Di Ciamis, Warga Desa Mekarjaya Ingin Kuasai Bahasa Inggris

24/03/2014 0 Comments
Di Ciamis, Warga Desa Mekarjaya Ingin Kuasai Bahasa Inggris

Dalam setiap minggunya, Balai Desa Mekarjaya ramai oleh kegiatan MESC. Berbagai kalangan masyarakat mengikuti kegiatan ini. Photo : Dicky Heryanto/ HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),

Siapa yang melarang orang untuk bermimpi, apalagi mimpinya itu untuk membangun. Meski terbilang sedikit nekad dan aneh, tapi toh akhirnya ide dari sebuah mimpi besar itu sudah bergulir dan menggelinding. Kini, sebagian kecil masyarakat desa di tepian kampus Universitas Galuh (Unigal) Ciamis, sudah hobi belajar cas cis cus dengan bahasa Inggris. Setidaknya, kenekadan untuk memulai gagasan baru sudah mendapat tanggapan dari masyarakat.

Mekarjaya English Speaking Community (MESC, dibaca Mes-si), Jum’at 7 Februari 2014, mendeklarasikan diri sebagai komunitas warga Desa Mekarjaya yang bermimpi bisa berbahasa Inggris.

Gagasan pendirian MESC ini datang dari Program Studi Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unigal. MESC terinspirasi Kampung Inggris yang ada di Kecamatan Pare, Kota Kediri Jawa Timur.

Ketua Prodi Bahasa Inggris, Drs. U.D Guntoro, M.M, mengatakan, dengan didirikannya MESC, pihaknya tidak akan kesulitan untuk memfasilitasi pembelajaran langsung bahasa Inggris bagi para mahasiswa dan masyarakat umum.

“Selama inikan hanya komunitas dalam kampus. Sekarang dengan MESC, komunitas bisa di luar,” paparnya.

Guntoro menghimbau, masyarakat tidak takut untuk menimba keterampilan komunikasi berbahasa Inggris. Karena, jika ditekuni bisa menghasilkan pendapatan. Misalnya seperti jadi Tour Guide atau penerjemah.

Pembantu Dekan III FKIP, Drs. Juju Juandi, MM, menuturkan, MESC inilah yang memfasilitasi kursus bahasa Inggris gratis setiap minggu, mulai dari aparat Desa, RW, RT hingga Ibu-ibu pengajian dan para pemuda.

“MESC atau lebih enak kita sebut Neng Messi ini sebagai satu embrio untuk membiasakan seluruh masyarakat Desa Mekarjaya bisa berbahasa Inggris,” ungkapnya.

Juju menegaskan, kebijakan menggagas dan mendirikan MESC di Desa Mekarjaya, sebagai suatu tanggungjawab pengabdian masyarakat dari Prodi Bahasa Inggris FKIP. Dia mengklaim, langkah itu adalah langkah pertama kampus di Jawa Barat melakukan pembinaan kursus bahasa Inggris langsung kepada masyarakat.

Menurut Juju, langkah selanjutnya jika semua masyarakat sudah bisa berkomunikasi dengan Bahasa Inggris, Desa Mekarjaya secara otomatis akan dijadikan Desa Binaan sekaligus Laboratorium Bahasa Inggris bagi para mahasiswa Prodi Bahasa Inggris.

“Ini langkah kecil dulu. Yang jelas enggak ada ruginya kita tahu bahasa asing walaupun sedikit-sedikit,” katanya.

Jika MESC ini dinilai sebagian masyarkat akan berjalan baik bagi kalangan pelajar, kaat Juju, lantas untuk apa warga Desa Mekarjaya yang sudah berusia lanjut bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

“Bagian dari pemberdayaan saja. Nanti bisa kami kerjasamakan dengan sektor lainnya, misal budaya atau pariwisata dan sektor UKM,” paparnya.

Kepala Desa Mekarjaya, Elan Suherlan, program tersebut sangat positif. Menurutnya karena kedekatan geografis dengan kampus, iklim pembelajaran bahasa Inggris di Desa Mekarjaya akan banyak direspon oleh warga.

“Saya beserta Staff, Ketua BPD, Ketua LMD, 3 Kepala Dusun dan 7 Ketua RW, sudah mengikuti kursus bahasa Inggris setiap minggunya. Bahkan  ibu-ibu dan pemuda sudah banyak yang ikut serta,” pungkasnya. (DK/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!