Dua Tokoh Banjar Bertemu

28/03/2014 0 Comments
Dua Tokoh Banjar Bertemu

Dr. Herman Sutrisno & Bachtiar Hamara

Oleh : Adi Karyanto

Demi ambisi untuk memajukan sebuah kota, ditempuh dengan kerja keras. Untuk mewujudkan sebuah ambisi, dua mantan tokoh FPSKB (Forum Perubahan Status Kota Banjar) 11 tahun lalu bekerja keras dan kompak menghasilkan terbentuknya Otonom Daerah Baru Kota Banjar yang berpisah dengan Kabupaten Ciamis induk semangnya.

Memang tidak mudah menjadikan sebuah kota, tidak seperti membalikkan telapak tangan. Tapi penuh tantangan dan rintangan menjadikan Kota Admitrasi Banjar, menjadi sebuah Kota. Setelah 11 tahun, 2 tokoh FPSKB bertemu dalam sebuah diskusi Skuad Secangkir Kopi Panas. Pada Kamis (14/3) pekan lalu acara diskusi itu atas undangan DCKKTLH (Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang, Lingkungan Hidup) Kota Banjar.

Kepala DCKTLH Kota Banjar Drs. H Yoyo Suhartoyo, mengundang Skuad Secangkir Kopi Panas untuk berdiskusi soal Keciptakaryaan. Dalam acara diskusi itu hadir Dr. Herman Sutrisno yang mengemban tugas sebagai tenaga ahli di Pemkot Banjar. Dan dari Skuad Secangkir Kopi Panas owner Koran HR Bachtiar Hamara sama-sama mantan tokoh FPSKB. Berada satu meja untuk berdiskusi di aula kantor DCKTLH.

Ke dua tokoh ini Bachtiar Hamara dan Dr Herman Sutrisno saling mengeluarkan pikiran yang berbeda, tapi akhirnya bertemu pada satu kesamaan pikiran tentang keciptakaryaan di Kota Banjar. Setelah acara diskusi dimulai Bachtiar Hamara sebagai host memberikan isyarat kepada anggota Skuad Secangkir Kopi Panas, jangan ragu-ragu menghadapi seorang teknokrat handal dan mantan Wali Kota Banjar dua periode dari 2003-2008 dan 2008-2013.

Skuad Secangkir Kopi Panas, yang anggotanya terdiri dari para birokrat muda di Pemkot Banjar, mulanya agak rikuh menghadapi seorang tenaga ahli dan mantan Wali kota. Tidak lain mantan bosnya. Bachtiar Hamara yang bertindak sebagai hots, memberikan warning kepada Skuad Secangkir Kopi Panas. Dalam diskusi ini merupakan pendapat pribadi sebagai warga negara merdeka dan berdaulat pada hak-hak individu sebagai warga Negara RI, dan melepaskan sebagai seorang birokrat.

Bachtiar mengingatkan, gaya seorang Dr. Herman orangnya “Keukeuh” terhadap pendapat, dan pola pikirnya, tidak mudah goyah mempertahankan pendapat. Jadi harus didahului menyerang jangan bertahan bisa dihabisinya oleh Dr Herman. Kerikuhan di Skuad Secangkir Kopi Panas mencair mengeluarkan pendapatnya soal keciptakaryaan.

Owner HR sebagai Hots, membuka yang dinilainya suatu kelemahan DCKTLH dalam menjalankan tupoksi belum sinergis di internal DCKTLH masalah lingkungan hidup yang tidak ada greget. Soal lingkungan hidup langsung ditanggapi Dr Herman. Keciptakaryaan di kota Banjar tidak terlepas problematika, namun hal itu harus kita hadapi tegas Dr. Herman, sehingga dukungan keciptakaryaan dalam mendorong perkembangan kota Banjar. Dengan terciptanya banyak peluang harus dikerjakan. Seperti peluang lingkungan hidup, dalam perijinan mendirikan sebuah bangunan harus disertai analisis, dampak lingkungan (Amdal). Dimana dengan adanya amdal, selain membuat kawasan hijau, pasti akan tercipta sebuah bangunan yang aman dan juga akan tercipta lingkungan hijau, bersih dan aman, tegas Dr Herman.

Situasi diskusi selanjutnya mulai memanas, adu argumentasi saling keukeuh pada pendapat pribadinya. Diskusi yang berjalan memakan waktu 3 jam mengalami perdebatan sengit akhirnya berujung pada kesapakatan, tertawa lepas pun membahana. Tak terjadi ketegangan berkelanjutan.

Dalam acara diskusi Secangkir Kopi Panas ini, membikin Dr Herman puas, dan berharap kedepan bertambah banyak birokrasi muda Pemkot Banjar terlibat dalam diskusi ini, ujarnya. Wawasan wacana pemikiran birokrat Banjar akan lebih dinamis dalam segala bentuk perbedaan pikiran, dan memberikan solusi terhadap setiap persoalan. Kedepan kita berdikusi lagi tantangan kepada Skuad Secangkir Kopi Panas. Kita diskusi kawasan Parunglesang, agar ada perubahan yang signifikan agar terbuntuk Ground ekonomi baru yang mewujudkan LPE (Laju Pertubuhan Ekonomi). Agar Kota Banjar semakin maju lagi di masa datang.***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!