Kang Agun Silaturahmi Dengan Pengrajin Cilok di Ciamis

30/03/2014 0 Comments
Kang Agun Silaturahmi Dengan Pengrajin Cilok di Ciamis

Kang Agun, saat berdialog dengan pengrajin cilok, dalam kunjungan silaturahminya ke pabrik Cilok ”Gaul” milik H. Maman yang berlokasi di Dusun Gunungbangka 1 Desa Sukamanah, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis. Foto: Dian Sholeh Wardiana/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Caleg DPR RI Partai Golkar nomor urut 1 dari Dapil Jabar X (Ciamis, Banjar, Kuningan, Pangandaran), Drs. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.Ip, M.Si, Sabtu (29/03/2014) kemarin, mengunjungi pengusaha  Cilok ”Gaul” milik H. Maman yang berlokasi di Dusun Gunungbangka 1 Desa Sukamanah, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Agun–sapaan akrabnya– melakukan silaturahmi dengan pemilik dan para pengrajin cilok sekaligus ingin melihat langsung perkembangan usaha tersebut.

”Setelah saya lihat perkembangan usahanya sangat luar biasa. Meski usahanya masih skala kecil, tapi bisa mempekerjakan ratusan karyawan. Namun sayangnya, alat-alat pembuatan cilok ini masih menggunakan alat tradisional,” ujarnya, di sela-sela silaturahmi.

Kang Agun berharap, dengan adanya anggaran untuk bantuan permodalan UKM yang dikucurkan pemerintah, pabrik tersebut bisa segera terfasilitasi. Karena apabila usaha tersebut semakin berkembang, harus diiringi dengan pembaharuan alat-alatnya dengan menggunakan alat modern.

“Hal itu agar jumlah produksinya semakin meningkat. Jika begitu, omset usahanya pun akan semakin meningkat pula. Dengan demikan para pekerjanya otomatis akan lebih sejahtera,” ungkapnya.

Sementara itu, pemilik Cilik Gaul, H Maman, mengatakan sangat bangga bisa didatangi Kang Agun, seorang politisi senior Partai Golkar yang cukup berpengaruh di Senayan.

“Meski baru bertemu, tapi saya sudah hapal betul Kang Agun dari layar televisi dan berita di berbagai media. Yang saya tahu, beliau adalah wakil rakyat yang selalu berperan penting dalam lahirnya Undang-undang pro rakyat, salah satunya UU Tentang Desa yang mengatur bantuan desa Rp. 1 milyar,” terangnya.

Menurut H. Maman, dalam waktu satu hari, pabriknya  sudah bisa memproduksi sekitar 40 ribu cilok. “Alhamdulilah, saat ini saya sudah mempekerjakan sekitar 300 karyawan,” pungkasnya. (DSW/R2/HR-Oniline)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!