Keciptakaryaan

24/03/2014 0 Comments
Keciptakaryaan

Suasana Diskusi Secangkir Kopi Panas yang merupakan agenda rutin dari Koran Harapan Rakyat, dilaksanakan di ruang pertemuan Dinas Cipta Karya, Kebersihan,Tata Ruang, dan Lingkungan Hidup (DCKTLH) Kota Banjar, Kamis (14-03-2014).

Oleh : Nanang Supendi

Pada edisi 364 tahun 2014, Koran  Harapan Rakyat (HR), ada yang berbeda dalam sebuah diskusi kali ini yang dilaksanakan di ruang pertemuan Dinas Cipta Karya, Kebersihan,Tata Ruang, dan Lingkungan Hidup (DCKTLH) Kota Banjar, Kamis (14-03-2014). Selain diikuti peserta dari Skuad Secangkir Kopi Panas, kedatangan seorang tokoh konseptor Kota Banjar yang “Keukeuh” ingin bergabung,  dalam agenda diskusi yang diselenggarakan Skuad Secangkir Kopi Panas. Sosok itu tiada lain Dr. dr. H. Herman Sutrisno, MM, mantan Walikota Banjar dua periode. Dan sekarang menjadi Tenaga Ahli di Pemerintahan Kota Banjar.

Bagi kami merupakan sebuah kehormatan hadir dalam diskusi Skuad Secangkir Kopi Panas (S.S.K.P) kehadiran  Dr. dr. H. Herman Sutrisno, MM, bergabung bersama birokrat muda yang tergabung S.S.K.P diantaranya; H. Agus Nugraha, M.Si., Asno Sutarno, MP., H. Basir, MP., Ery K Wardhana, ST., Wawan Setiawan, S.H. M.Si., ditambah diikuti juga Kepala DCKTLH Drs. H. Yoyo Suharyono, Jaja Nurul Huda ST.M.DeV.Plg dan dari kalangan publik atau aktivis muda yaitu Iwan Syariffudin serta jajaran Redaksi HR dikomandoi Pimpinan Umum Bachtiar Hamara, Sekretaris Redaksi Adi Karyanto, dan Wartawan HR Nanang Supendi.

Dalam diskusi ini, mengangkat tema “Keciptakaryaan”. Pembahasan cukup lumayan alot, dengan sedikit kaku komentar dari skuad Secangkir Kopi Panas, mungkin karena diikuti Dr. dr. H. Herman Sutrisno, MM, bekas “bos” dalam pemerintahan sebelumnya.

Persoalan keciptakaryaan yang belum digarap, belum tuntas, hingga persoalan baru muncul untuk dipadukan bagaimana pengembangan infrasruktur bidang Cipta Karya yang diwujudkan dalam kerangka 5 tahun untuk membangun Kota Banjar.

Diskusi dibuka Owner HR, Bachtiar Hamara, menuturkan, Keciptakaryaan dengan permasalahannya perlu dibedah dengan dilatarbelakangi perjalanan DCKTLH Kota Banjar belum sinergis atau belum berjalan baik, masih banyak masalah yang harus dituntaskan, seperti masalah Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Tata Ruang yang kesemuanya harus ada keseimbangan. Bagaimana solusinya? H. Agus Nugraha, mengkoreksi berbicara DCKTLH bukan hanya keciptakaryaan tetapi di dalamnya ada bidang-bidang lainnya, seperti kebersihan, tata ruang dan lingkungan hidup dan sangat luas dan bisa meluas keranah lain yang ada hubungannya dengan sarana pelayanan publik.

Sedangkan menurut Jaja Nurul Huda ST.M.DeV.Plg, mengenai Cipta Karya dalam dua periode kemarin adalah set in proses kemapanan pemerintahan dan pembangunan kota, itu menandakan sukses besar atau sebuah prestasi. Bagaimana mempertahankannya? Jelas menjadi suatu tantangan bagi kepemimpinan sekarang, tantangan yang mesti diperhatikan yaitu manajemen pengelolaannya, diantaranya; Manajemen Securitas, Manajemen Pemeliharaan dan Manajemen Asset.

Cipta karya dengan hasil pembangunan yang dilalui dengan baik dalam dua periode pemerintahan Kota Banjar, maka dalam pemerintahan sekarang tentunya dengan harapan untuk memberikan dukungan melalui penyediaan infrastruktur keciptakaryaan dapat ditingkatkan lagi. Hal yang krusial dalam RPJM dijelaskan bahwa keciptakaryaan adalah untuk menciptakan masyarakat yang madani.

Sementara Dr. Herman menjelaskan, keciptakaryaan di kota Banjar tidak terlepas problematika, namun harus kita hadapi, sehingga dukungan Cipta Karya dalam mendorong perkembangan pembangunan kota Banjar yaitu dengan terciptanya banyak peluang yang harus dikerjakan, seperti peluang lingkungan hidup yakni seperti setiap perijinan dalam mendirikan sebuah bangunan harus disertai Analisis Dampak Lingkungan (Amdal). Dimana dengan adanya Amdal, selain membuat kawasan tersebut hijau juga akan tercipta sebuah bangunan bersih, aman dan nyaman.

Nah tantangan yang harus diperhatikan oleh Cipta Karya  mendukung mempertahankan Adipura. Untuk tahun ini dalam penilaian awal sebagai kota bersih di Jabar kita memiliki nilai menurun menduduki urutan kedua atau sementara kalah dari Kabupaten Indramayu, namun masih bisa diperbaiki dalam penilaian yang kedua, kuncinya yaitu kerjasama yang baik antar  OPD dan komponen masyarakat, tak terkecuali DCKTLH harus jemput bola atau turun tangan ke desa dan kelurahan memberikan sosialisasi dan bimbingan untuk menciptakan lingkungan bersih, karena itu selanjutannya indikator penilaian dilingkungan pedesaan dan kelurahan.

Asno menuturkan, Keciptakaryaan ini sebagai ilustrasi dari tujuan pembentukan kota Banjar, dimana Cipta Karya punya peran penting untuk mendukung visi misi Kepala Daerah menuju kesejehteraan. Asih Katadji dalam 100 hari kerja belum kelihatan, artinya harus ikut dalam rangkaian pembangunan dalam program keciptakaryaan. Dilihat Cipta Karya memiliki Basemen area yang luas, walaupun daerahnya kecil. Hal demikian harus dilihat peluang atau ditangkap apa yang harus dibuat dengan luas daerah yang kecil ini. Cipta Karya sifatnya Holistik (Global), bisa dikaitkan dengan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), Lingkungan Hidup, Kesehatan Masyarakat, Angka Harapan Hidup. Mestinya hatus lebih bisa membaca dan menganalisis dengan di sinergiskan tujuannya pemikirannya dalam mencapai kesejahteraan. Untuk itu harus lebih greget, lebih diintensifkan bagaimana para pejabat berpikir kedepan.

Dengan berjalan 10 tahun sudah dibuktikan Dr Herman,  tapi kenapa oleh pemerintahan sekarang, dalam penyusunan RPJMD disebutkan salah satunya angka harapan hidup rendah, hal itu kamipun sangat mengkritisi Asih Katadji. Malahan program Asih Katadji yang sedang dijalankan ini seperti Raskin Gratis, Berobat Gratis, Sekolah Gratis, itukan program kebijakan semasa pemerintahan Dr.Herman, Asih Katadji hanya ganti kresek atau cashing saja.

Di DCKTLH untuk bidang kebersihan sesuai Tupoksi salah satunya mengenai persampahan, yang kaitan untuk menunjang kebersihan dan kesehatan ada suatu potensi yang perlu dikembangkan. Kami lakukan terobosan kegiatan non budget dengan membentuk lembaga sampah, dengan adanya Bank sampah setiap RW dengan jumlah anggota 5 s/d 10 orang mencoba  mengumpul sampah anorganik, lalu dijual saja kelapak, akan terhimpun pendapatan Rp.150 s/d 300 ribu per minggu, sehingga dalam satu tahun akan muncul angka 7 milyar.  Dan itu menjadikan suatu pendapatan masyarakat.

Atas usulan program kegiatan bidang kebersihan, Dr.Herman mengomentarinya, tentu harus dibuat laporan atau tulisan yang jelas dan terperinci, terlebih kalau dari program tersebut bisa muncul nilai uang (keuntungan), atau masyarakat mendapatkan penghasilan dari menjalankan usaha pengumpulan sampah anorganik, organik, sampah bahan berbahaya beracun (B3) dengan menjadikan masyarakat sejahtera. Bisa saja bidang kebersihan terbentuk BLUD seperti halnya Rumah Sakit atau Puskesmas sebagaimana diatur PP no 24.

Menurut Eri, dalam pemenuhan perkembangan sebuah kota memang harus disiapkan bagaimana menciptaka estetika kota, membentuk taman kota. Ada peluang untuk menyerap anggaran dari kementrian untuk terus menciptakan taman-taman kota atau ruang terbuka hijau. Sementara Taman kota dan ruang terbuka hijau yang sudah dibuat ini harus kita pelihara, jangan sampai termajinalkan. Selanjutnya kita harus kembali terfokus atau mengarahkan visi awal sesuai RPJP untuk menciptakan Agropolitan. Karena jelas kaitannya menuju Agropolitan perlu dibangun infrastruktur keciptakaryaan yang mendukung kearah itu.

Yoyo Suharyono, kami sebagai pejabat pemerintahan di kota Banjar dengan ditempatkan di DCKTLH, bertugas dilingkup ini membawa amanah, bukan membawa kepintaran. Namun amanah itu harus dijalankan dengan baik untuk terus belajar bagaimana kedepannya secara kedinasan mampu menjalakan Tupoksi keciptakaryaan sebagaimana mestinya. Pembuktiannya tentu kami ingin mempertahankan Adipura dengan upaya telah dilakukan, namun perlu adanya dukungan dari semua elemen masyarakat, termasuk Adipura ini bukan hanya tanggung jawab DCTKLH tapi OPD lainnya harus ikut serta bagaimana mengupayakan Adipura ini bisa dipertahankan. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!