Longsor, Satu Rumah di Ciamis Hancur Tertimpa Tebing

Longsor, Satu Rumah di Ciamis Hancur Tertimpa Tebing

Warga tengah membersihkan puing-puing reruntuhan rumah akibat tertimpa longsor tebing tembok, di Dusun Desa, Desa Nasol, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Sabtu (08/03/2014). Foto: Heri Herdianto/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Ciamis dan sekitarnya, Jum’at (08/03/2014) malam, mengakibatkan benteng penahan tebing sepanjang 10 meter dengan tinggi 7 meter, di Dusun Desa, Desa Nasol, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, ambruk akibat longsor.

Akibatnya, sebuah rumah milik Asep Warso (37), yang tepat berada di bawah tebing tertimpa reruntuhan matrial. Kontan saja, rumah Asep pun hancur rata dengan tanah. Beruntung dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Namun, korban mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Dari pantauan HR di lokasi, tampak bangunan rumah Asep sudah tak berbentuk. Seluruh sudut bangunan sudah rata dengan tanah. Selain bangunan rumah, perabotan rumah tangga pun ikut hancur saat rumah tersebut tertimpa reruntuhan matrial.

Ketua RT setempat, Agus, menjelaskan, peristiwa bencana ambruknya benteng penahan tebing berawal saat hujan deras yang disertai angin yang terjadi sejak Jum’at sore hingga Sabtu dini hari, kemarin.

“Saat itu tiba-tiba terdengar suara bergemuruh keras dari arah rumah korban. Warga yang mendengar langsung berlarian ke luar rumah untuk mencari sumber suara gemuruh tersebut. Ternyata, ketika dicek ke sumber suara, rumah Asep sudah hancur akibat tertimpa tebing ambruk, “ terangnya.

Setelah melihat rumah hancur, lanjut Agus, warga pun langsung terjun ke lokasi reruntuhan untuk mengecek keberadaan korban. Karena khawatir korban berada di rumahnya saat peristiwa itu terjadi.

“Tapi kebetulan saat terjadi bencana rumah tengah kosong. Karena penghuninya mengungsi ke rumah orang tuanya. Penghuni rumah sebelumnya sudah menemukan gejala bakal ambruknya benteng tersebut. Makanya, jika terjadi hujan, mereka meninggalkan rumah, “ terangnya.

Semantara itu, setelah terjadi bencana ini, puluhan warga setempat melakukan gotong royong menyingkirkan material tembok benteng serta meterial tanah yang mengubur rumah milik Asep Warso, Sabtu (08/03/2014).

Dari pantauan HR di lokasi, warga setempat dari pagi hingga siang tampak bersemangat menyingkirkan reruntuhan material. Saat pembersihan puing-puing, tampak ada warga yang menyingkirkan batu-batu, mengumpulkan kayu bekas reruntuhan serta ada pula yang membereskan saluran air.

Selain mengakibatkan satu rumah hancur, akibat ambruknya tebing bertembok ini, juga mengakibatkan saluran air di sebuah selokan tersumbat reruntuhan matrial. Akibatnya, air selokan meluap dan merendam puluhan kolam milik warga setempat.

Menurut Anggota Tanggap Bencana (TAGANA), Desa Nasol, Iman Setiawan, pasca peristiwa benteng ambruk, membuat reruntuhan tembok dan tanah serta matrial rumah menyumbat saluran air sebuah selokan yang berada tepat di bawah tebing tersebut.

“Akibat tersumbat matrial, membuat air selokan meluap dan merendam puluhan kolom. Akibat luapan ini, tidak sedikit ikan yang berada di kolom tersebut terbawa hanyut oleh banjir. Bahkan, ada sebuah kolam yang berdekatan dengan selokan, jebol hingga seluruh ikannya hanyut terbawa banjir, “ pungkasnya. (Her/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles