Marak Curanmor di Pangandaran, Satlantas Gelar Rajia Rutin

Marak Curanmor di Pangandaran, Satlantas Gelar Rajia Rutin

Rajia rutin yang digelar di Jl. Raya Goa Donan, Desa Tunggilis dan di bilangan Emplak, Kecamatan Kalipucang, Senin (10/3/2014).. Photo : Entang/ HR

Kalipucang, (harapanrakyat.com),-

Maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di Pangandaran, membuat Satuan Unit Polisi Lalu Lintas wilayah Pangandaran gelar rajia rutin. Rajia rutin kali ini dilaksanakan di Jl. Raya Goa Donan, Desa Tunggilis dan di bilangan Emplak, Kecamatan Kalipucang, Senin (10/3/2014).

Sebanyak lima anggota Satlantas wilayah Pangandaran bersama petugas dari Polsek Kalipucang, dipimpin IPDA Sugeng A, sejak pagi sampai siang hari, merajia kendaraan yang melintas di kedua lokasi tersebut.

Sugeng mengatakan, kegiatan ini merupakan rajia rutin kendaraan bermotor, baik roda empat maupun roda dua, yang dilakukan di rayon 5, yakni mulai dari Kecamatan Kalipucang sampai Cimerak.

“Rajia ini sengaja dilakukan, menindaklanjuti kasus curanmor yang belakangan ini marak terjadi di Pangandaran,” ujar Sugeng.

Selain curanmor, kata Sugeng, angka kecelakaan lalu lintas juga menjadi dasar pihaknya menggelar rajia. Pada rajia tersebut, pihaknya memeriksa alat kelengkapan yang digunakan pengendara, termasuk surat-surat penting kendaraan.

“Pengendara yang tidak bisa menunjukan surat-surat kendaraan dan SIM, dikenai sangsi tilang,” ujarnya.

Ketika ditanya soal minimnya personil Satlantas Pangandaran, Sugeng mengaku hanya memiliki enam personil. Jadi, untuk setingkat kabupaten, kata dia, tentu jumlah itu sangat kurang memadai.

“Kita punya enam anggota, empat personil ditugaskan di wilayah Pangandaran, dua personil lainnya di Kalipucang,” ucapnya.

Menanggapi soal minimnya jumlah personil, Kapolres Ciamis, Witnu Urip Laksana, mengatakan, idealnya Pangandaran sudah memiliki Polres. Namun, ada beberapa aspek yang perlu diperhitungkan, salah satunya soal personil.

“Ciamis pun masih kekurangan personil. Idealnya 2000 personil untuk ukuran kabupaten. Namun yang ada hanya 1050 personil, jadi jauh dari ideal. Dari aspek anggaran, negara belum menata anggaran untuk membuat polres baru. Polres-Polres baru atau Polres persiapan hanya untuk wilayah-wilayah daerah konflik pemekaran,” jelasnya. (Ntang/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles