Melawan Lupa Sejarah!

01/03/2014 0 Comments
Melawan Lupa Sejarah!

Ilustrasi

Oleh : Subakti  Hamara

Sejarah adalah perjuangan melawan lupa!. Lalu apa itu melawan lupa, apakah sebuah bentuk perjuangan untuk sekedar mengingatkan. Dan apa pula kaitannya lupa dalam perlawanan?.

Mengenang sejarah bukanlah untuk menabur garam diatas luka saja. Tetapi lebih kepada menceritakan kepada generasi kini, yang bertujuan merawat ingatannya dari sejarah awal. Sejarah juga terkadang hanya dijadikan kebudayaan yang dicitrakan dan representasikan dengan penuh pesona serta nilai kebaikan, demi menutup masa lalu yang penuh sejuta rona dan pergolakan.

Selain itu, kebanyakan orang bermufakat bahwa sejarah hanyalah pelajaran menghafal. Padahal, sejarah lebih mengartikan kita untuk berkaca dari massa lalu dalam menghadapi massa depan. Bila sejarah lebih dititik beratkan hanya untuk menghafal, tentu akan membuat orang malas mempelajarinya.

Untuk mengobati rasa penasaran akan sesuatu untaian peristiwa, menggali sejarah adalah obat paling mujarab. Tentunya tidak hanya menghafal detail saja sebuah untaian peristiwa, tapi mencari esensi dibalik peristiwa itu. Jadi sejarah tak cukup dihafal, karena bakal lupaaa, jadi mari kita melawan lupa….!

Seorang tokoh Cekoslowakia, Mirek, mendefinisikan melawan lupa sejarah merupakan perjuangan manusia melawan kekuasaan adalah perjuangan melawan lupa. Karena dengan kekuasaan, segelintir orang mampu merubah dan membelokkan sebuah sejarah, atau bahkan menghapus sejarah secara menyeluruh, seolah untaian peristiwa itu tak ada artinya.

Atau juga, dengan kekuasaan sejarah akan semakin dihargai dan bahkan dibuat untuk memacu motivasi untuk berlaku lebih baik. Atau jugaaa, dengan kekuasaan sejarah mampu dibuatnya untuk sebuah alur Rezim.

Banyak cerita sejarah yang diangkat dalam sebuah catatan, buku, bahkan film. Seperti salah satu film produksi Hoolywood yang menceritakan penyelamatan asset-aset sejarah semasa perang dunia ke dua. Dimana saat itu, tentara Nazi dibawah pimpinan Hitler membinasakan catatan, buku, lukisan, artefak dan lainnya di daratan eropa.

Atas dasar itu, sebuah pleton pasukan Amerika dan Inggris ditugaskan secara khusus untuk menyelamatkan sejumlah barang bersejarah yang belum dimusnahkan rezim Hitler. Atau mereka mengumpulkan serpihan-serpihan sejarah yang tersisa.

Film ini menyampaikan pesan kepada penontonnya, bahwa perjuangan heroik dan semangat patriotisme tidak hanya dengan adegan-adegan baku tembak. Atau, seperti sosok seorang tentara segagah dan se-Impossible Rambo di perang Vietnam.

Kesan heroik dan patriotisme disuguhkan dalam film tersebut seutuhnya bagaimana mereka menyelamatkan serpihan-serpihan sejarah yang tersisa. Bukan tanpa perjuangan keras, pasukan itu menyusuri seluruh pelosok eropa untuk mencari sisa-sisa peninggalan sejarah yang ada.

Bahkan, mereka pun mendapat perlawanan sebagian rakyat yang sebelumnya mereka jaga dari pembantaian tentara Nazi. Meski perjuangan mereka dalam menyelamatkan sejarah tidak mengedepankan tindakan laras pucuk senjata semata, tapi bukan mustahil kontak senjata pun terjadi saat pengumpulan serpihan-serpihan sejarah.

Intinya, mereka tidak hanya melakukan perlawanan heriok dengan mengangkat senjata melawan kekejaman tentara Nazi. Tapi juga, melakukan perlawanan melawan lupa dengan peduli atas untaian sejarah yang pernah terjadi. Sungguh sebuah film yang direkomendasikan bagi mereka yang akan lupa sejarah, karena sebuah kursi kekuasaan, monggo dicari filmnya atau nonton nanti yaa di Bioskop Mall Kenanga, itupun kalau sudah jadi dan bertepatan dengan pemutaran filmnya.

Lalu apa itu Sejarah?. Dalam bahasa Yunani disebut historia, yang berarti ; penyelidikan, pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian. Kadang pula disebut sebagai studi tentang masa lalu, khususnya yang berkaitan dengan manusia.

Dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan istilah; sejarah babad, hikayat, riwayat, atau tambo, dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau, atau asal usul (keturunan) silsilah. Jadi kalau yang tidak benar-benar terjadi, karena tidak ada peninggalan yang jelas, maka disebut sebuah legenda atau mitos. Kota Banjar bukanlah; sebuah legenda dan mitos bukan?.

Sejarah juga dapat mengacu secara akademis yang menggunakan narasi untuk memeriksa dan menganalisa urutan peristiwa masa lalu, dan secara objektif menentukan pola sebab dan akibat.

Berbicara menghapus sejarah untuk dijadikan cermin bagi massa depan, bisa diterapkan di Kota Banjar ini. Semisal, dulu kota Banjar merupakan pusat persinggahan dan hiburan bagi wilayah sekitarnya dan para pelancong yang transit. Singkat cerita, dunia prostitusi di kota ini dulu sangatlah terkenal dan menjadi primadona bagi pelancong, atau konsumen tetap.

Nah, sejarah itu harusnya di massa kekinian haruslah sudah dihapus, dan buatlah sejarah baru tentang kota Banjar sebagai daerah peningkatan status yang berhasil dalam menjalankan roda otonomi daerah.

Tapi, serasa terbalik harapan itu. Kota ini tetap saja terkenal dengan kota jasa pelayanan pemuas birahi. Betapa tidak, setelah penelusuran HR disejumlah pusat-pusat keramaian kota, lelaki hidung belang bisa dengan sangat mudah menemukan para pekerja sex komersial. Meski memang di Banjar tidak ada lokalisasi, tapi bisnis pemuas hasrat kaum pria ini tak pernah padam; “Kagak ada matinya Braayyy”.

Sampai-sampai sampah di Banjar Water Park (BWP) setiap hari minggu atau libur, sering ditemukan sampah alat kontrasepsi berupa kondom. Menurut keterangan petugas sampah di BWP itu, sampah kondom sering ditemukan dari tempat sampah karaoke keluarga yang ada di kawasan itu. Haahh! Karaoke keluarga dengan sampah kondom???.

Atau juga sampah karet pengaman itu sering ditemukan di tong sampah dekat saung-saung istirahat di dalam BWP. Heemmmm, tak ada tempat saung pun jadiiiii.

Mari kita  ingat sejarah yang baik, dan rubah sejarah yang buruk. Dan tentukan sejarah mulai sekarang juga dengan segudang prestasi, semoga!. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!