Mimin (63) Mampu Cas Cis Cus Berbahasa Inggris

Mimin (63) Mampu Cas Cis Cus Berbahasa Inggris

Mimin (63) peserta tertua yang mengikuti kegiatan MESC di Bale Desa Mekarjaya. Mimin mengaku sudah menghafal beberapa kosakata bahasa Inggris sejak ikut pelatihan. Photo : Dicky Heryanto/ HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),

Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat, petuah inilah rupanya yang selalu terngiang di diri seorang Mimin Rukmini, warga RT 04 RW 03, Dusun Pasir Datar, Desa Mekarjaya, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis. Diusianya yang kini sudah mencapai  63 tahun, Mimin tetap bersemangat untuk belajar. Bahkan luar biasanya, Mimin berani mengikuti kursus bahasa Inggris bersama ibu-ibu PKK dan Karang Taruna Desa Mekarjaya.

Sejak pertengahan Februari 2014, Mimin tergabung dalam anggota Mekarjaya English Speaking Comunity (MESC), suatu komunitas belajar Bahasa Inggris yang digagas oleh Prodi Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Galuh (Unigal).

Tamatan Sekolah Rakyat (SR) tahun 1962 ini, mengaku tidak gentar, bahkan minder untuk  belajar bahasa Inggris. Mimin menuturka, motivasi satu-satunya ia belajar Bahasa Inggris bukan untuk sekedar gaya-gayaan, melainkan untuk menambah wawasan dan ketermpilan.

“Ingin bisa saja. Karena ilmu tidak berat dibawanya,” ujarnya.

Mimin menambahakn, sebelumnya dia tidak pernah menerima pelajaran bahasa Inggris, baik dari sekolahnya (SR) dulu, ataupun di luar pendidikan formal. Di MESC, dia belajar Bahasa Inggris untuk komunikasi sehari-hari.

“Exuse Me artinya permisi. Nice To Meet You artinya Senang bertemu anda. What Is That? artinya Apa itu,” paparnya penuh keriangan.

Dihubungi terpisah, Inisiator sekaligus fasilitator MESC, Rahmat, mengatakan, meski di usia yang sudah lanjut, semangat Mimin dalam mengikuti setiap pertemuan kursus bahasa Inggris selalu tinggi.

“Bu Mimin juga jadi inspirasi bagi yang muda, bahwa tidak ada yang sulit kalau kita mau belajar,” ujar Rahmat.

Menurut Rahmat, keberadaan MESC di Desa Mekarjaya, dari hari ke hari mendapat tanggapan positif. Hal itu ditandai dengan peningkatan jumlah peserta. Dia mengaku, materi kursus yang diajarkan seputar bahasa komunikasi sehari-hari.

“Dari kalangan Ibu-ibu sangat banyak yang antusias,” katanya.

Pada kesempatan itu, Rahmat menilai sisi positif para orang tua belajar bahasa Inggris. Dengan begitu, orang tua bisa mengimbangi perkembangan teknologi yang dihadapi sang anak, yang didominasi oleh istilah bahasa Inggris.

“Orang tua tidak terkecoh, karena kan tahu istilah kalau misalnya si anak membuka situs orang dewasa,” pungkasnya. (DK/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles