Oknum Guru Ngaji di Ciamis Tega Cabuli Santrinya

11/03/2014 0 Comments
Oknum Guru Ngaji di Ciamis Tega Cabuli Santrinya

Foto: Ilustrasi/Net

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Seorang oknum guru ngaji di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, berinisial NK, belum lama ini, dilaporkan ke Polres Ciamis terkait kasus pencabulan terhadap anak perempuan di bawah umur. NK pun kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Bahkan, berkas pemeriksaannya sudah P 21 dan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Ciamis. Namun, sejak ditetapkan sebagai tersangka, pelaku cabul ini belum dilakukan penahanan. Pelaku pun kini masih bisa berkeliaran dan menghirup udara bebas.

Aktivis Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Ciamis, Vera Velinda, mengaku pihaknya saat ini tengah menangani kasus pencabulan dengan korban seorang Santriwati yang berasal dari sebuah pondok pesantren di Kecamatan Rajadesa, sebut saja bernama Mawar (16).

Mawar merupakan korban atas tindakan bejat guru ngajinya berinisial NK. “Sejak ditangani polisi, kami terus proaktif mendorong agar kasus ini diusut secara tuntas. Hal itu dilakukan agar kasus semacam ini tidak terulang di kemudian hari, “ ujarnya, Senin (10/03/2014).

Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Erisyadi Cahyadi, mengatakan, keputusan belum ditahannya pelaku pencabulan ini sudah melalui berbagai pertimbangan. Salah satu pertimbangannya, yakni karena pelaku memiliki kewajiban mengajar santrinya di sebuah pondok pesantren.

“Karena jika pelaku ditahan, kemungkinan proses belajar santri di pesantrennya akan terbengkalai. Hal itu sudah dipahami oleh keluarga korban. Dan pihak keluarga korban pun tidak mempermasalahkan terkait belum ditahannya pelaku,” katanya, Senin (10/03/2014).

Menurut Erisyadi, pihaknya sudah melimpahkan berkas perkara kasus ini ke Kejaksaan Negeri Ciamis untuk diproses lebih lanjut.

Sementara itu, korban kini diungsikan ke sebuah rumah yang dirahasiakan. Hal itu dilakukan untuk menjamin keselamatan korban. Selain itu, korban pun masih mengalami trauma atas musibah buruk yang menimpanya. (Her/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply