Selama Dua Bulan, Kerugian Akibat Bencana Alam di Ciamis Rp. 17 Milyar

22/03/2014 0 Comments
Selama Dua Bulan, Kerugian Akibat Bencana Alam di Ciamis Rp. 17 Milyar

Bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Lakbok dan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, yang menyebabkan ratusan hektar sawah terendam, beberapa waktu lalu. Foto: Dokumentasi HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kerugian akibat bencana alam yang terjadi di Kabupaten Ciamis selama dua bulan terakhir ini terbilang besar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis melansir kerugian mencapai Rp. 17,4 milyar.

Menurut data dari BPBD Ciamis, selama bulan Januari, lokasi bencana alam meliputi 18 kecamatan. Diantaranya, Pamarican, Baregbeg, Purwadadi, Kawali, Rancah, Panumbangan, Cihaurbeuti, Lumbung, Cidolog, Sadananya, Cipaku, Tambaksari, Sindangkasih, Lakbok, Banjarsari, Rajadesa dan Panawangan.

Bencana di 18 titik kecamatan itu antaralain, akibat kebakaran, banjir, angin topan, angin puting beliung, dan longsor. Dan akibat dari kejadian tersebut taksiran kerugian selama bulan Januari sebesar Rp 1.788.799.000.

Kemudian bencana yang terjadi pada bulan Februari, meliputi sebanyak 17 kecamatan. Adapun kecamatan yang terkena musibah bencana alam, diantaranya, Kecamatan Lakbok, Cipaku, Banjarsari, Cihaurbeuti, Cimaragas, Purwadadi, Cijeungjing, Sindangkasih, Panawangan, Panumbangan, Baregbeg, Sukamantri, Ciamis, Lakbok, Cisaga, Pamarican dan Panjalu. Jumlah kerugian di bulan Februari meningkat tajam, dengan total kerugiannya mencapai Rp 15.710.139.000.

“Kejadian di bulan Maret belum kami rekap datanya, karena masih berjalan. Data yang bisa kami berikan hanya baru sampai bulan Februari,” ujar kepala BPBD Kabupaten Ciamis, Drs. Dicky Erwin, Senin (17/3/2014).

Menurut Dicky, dari data rekapitulasi BPBD Ciamis kerugian terbesar pada banjir di Desa Bangunjaya Kecamtan Panawangan, yang mencapai Rp. 5,9 milyar. Tidak ada korban jiwa, namun 3 rumah rusak berat dan 8 hektar sawah terendam.

Bila dijumlahkan, kerugian pada bulan Januari dan Februari mencapai Rp. 17,4 milyar. Akan tetapi, pihaknya belum memverifikasi benar dan tidaknya mencapai sebesar itu.

”Dalam bencana selama dua bulan ini, ada dua orang yang meninggal dunia, satu orang tersambar petir di Desa Sukahurip Pamarican, dan satu orang tertimpa longsor di Sindangherang Panumbangan,” pungkasnya. (DSW/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!