Selebaran Bermotif Ajakan Golput Gegerkan Warga Lakbok Ciamis

20/03/2014 0 Comments
Selebaran Bermotif Ajakan Golput Gegerkan Warga Lakbok Ciamis

Petugas Panwascam Lakbok, Kabupaten Ciamis, saat memperlihatkan selebaran yang berisi ajakan tolak demokrasi, yang ditemukan di sejumlah fasilitas umum dan mesjid di Kecamatan Lakbok. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Ciamis,(harapanrakyat.com),-

Warga di Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, digegerkan dengan ditemukannya ratusan selebaran yang berisi ajakan tolak demokrasi. Secara eksplisit ajakan tersebut diduga berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu yang akan digelar 9 April mendatang. Selebaran itu tampak dipasang di papan pengumuman mesjid, kaca mesjid dan ada juga yang dipasang di beberapa titik fasilitas umum.

Diduga pemasangan selebaran ini dilakukan secara terorganisir. Pasalnya, tidak ada satupun warga yang mengetahui siapa orang yang memasang selebaran dan menaruhnya di beberapa tempat fasilitas umum.

Dari pantauan HR di lapangan, selebaran ajakan ini diduga sebagai ajakan untuk tidak memilih alias golput pada pelaksanaan Pemilu 9 April mendatang. Penulis selebaran itu beralasan, ajakan itu dilakukan karena Pemilu di Indonesia hanya akan melahirkan koruptor baru dan ujungnya menyengsarakan rakyat.

Pemasangan selebaran itu pun dominan ditemukan di bangunan mesjid. Hampir di sejumlah mesjid di Kecamatan Lakbok terpasang selebaran tersebut. Dari penelusuran HR di lapangan, ternyata tidak ada satu pun warga yang mengetahui asal muasal selebaran tersebut. Warga mengaku mereka baru tahu ketika membaca selebaran itu di papan pengumuman mesjid.

Adanya temuan itu, Panwaslu kecamatan yang dibantu aparat Polsek Lakbok langsung melakukan penyisiran untuk menertibkan selebaran tersebut yang dipasang di beberapa fasilitas umum, termasuk mesjid. Pihak kepolisian dan Panwaslu setempat kini tengah mengusut penyebar selebaran tersebut.

Ketua Panwaslu Kecamatan Lakbok, Sodikun, mengatakan, awalnya pihaknya mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya selebaran ajakan golput. Setelah dicek ke lapangan, ternyata informasi itu benar dan pihaknya yang dibantu aparat kepolisian langsung melakukan penertiban.

“Kita belum tahu siapa orang yang memasang selebaran ini. Hanya, pada selebaran itu tertera nama salah satu ormas yang berkedudukan di Kota Banjar, “ terangnya, kepada HR, di kantornya, Selasa (18/03/2014).

Dihubungi terpisah, Ketua Panwaslu Kabupaten Ciamis, Uce Kurniawan, mengaku sudah melakukan pengkajian terhadap selebaran tersebut. Setelah ditelaah, pihaknya tidak menemukan unsur ajakan secara tegas yang menghimbau masyarakat untuk golput pada pelaksanaan Pemilu mendatang.

“Selebaran itu hanya kajian soal demokrasi yang dikaitkan dari sudut pandang ajaran islam. Meski jika ditelaah lebih dalam memang tersirat ada motif ajakan golput, namun dalam redaksionalnya tidak tegas menyatakan ajakan tersebut, “ ujarnya, ketika dihubungi HR via telepon selulernya, Selasa (18/03/2014).

Menurut Uce, dalam UU Pemilu memang sebuah pelanggaran apabila ada orang atau kelompok yang melakuan ajakan golput. Jika terbukti, pengajak golput bisa dikenai sanksi pidana.

“Dari 10 poin pada selebaran tolak demokrasi itu tidak ada kalimat yang tegas mengajak orang untuk golput. Hal itu yang membuat kami sulit untuk membawa kasus selebaran itu ke ranah hukum,” katanya.

Karena, lanjut Uce, pada UU Pemilu disebutkan bahwa ajakan golput bisa dikategorikan pelanggaran, apabila tegas menyebutkan ajakan golput kepada seseorang, baik dalam bentuk lisan ataupun tulisan. “Jadi, kami menyimpulkan bahwa selebaran itu belum bisa dikategorikan pelanggaran, “ ujarnya.

Namun demikan, lanjut Uce, pihaknya menertibkan selebaran itu karena khawatir akan mengganggu stabilitas keamanan menjelang pelaksanaan Pemilu. “Meski tidak dikategorikan ajakan golput, namun isi selabaran itu dikhawatirkan dapat mempengaruhi masyarakat untuk tidak berpartisipasi pada pelaksanaan Pemilu mendatang. Makanya, kita langsung tertibkan selebaran tersebut, “ ujarnya.

Uce pun meminta agar masyarakat tidak terpengaruh apabila ada ajakan dari seseorang atau kelompok tertentu yang mengajak untuk golput.

“Kita pun meminta kepada ormas tertentu untuk menahan diri dan tidak membuat keresahan di masyarakat. Meski mengeluarkan pendapat merupakan hak seorang warga negara dan dilindungi undang-undang, namun momentumnya tidak tepat apabila mengeluarkan argumen tolak demokrasi di saat menjelang Pemilu,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Lakbok, AKP Edih, mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan dari Panwascam Lakbok terkait adanya selebaran bermotif ajakan golput. Meski dari sisi pelanggaran Pemilu merupakan ranah Panwaslu, namun pihaknya akan melakukan penelusuran siapa orang yang memasang selebaran tersebut.

“Kita melakukan penelusuran dalam rangka pengamanan menjelang Pemilu,” ungkapnya. (Ntang/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!