Surat Suara Braile Tak Pasti, Tuna Netra di Ciamis Ancam Golput

13/03/2014 0 Comments
Surat Suara Braile Tak Pasti, Tuna Netra di Ciamis Ancam Golput

Foto: Ilustrasi

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Cabang Ciamis mengklaim tidak akan memberikan hak suaranya pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 9 April 2014 mendatang. Hal itu seandainya tuntutan penyediaan surat suara braile tidak dipenuhi oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Ciamis. Bahkan PERTUNI mengancam ‘Golput’ bila tuntutan itu tidak dipenuhi. 

Sekretaris PERTUNI Cabang Ciamis, Edi Sudrajat, Selasa (11/3/2014), membenarkan, sekitar 300an anggota PERTUNI Ciamis tidak akan menggunakan hak suaranya di Pileg 2014. Pihaknya mempersoalkan, ketersediaan surat suara braile yang sampai saat ini belum jelas.

Menurut Edi, beberapa waktu lalu, anggota PERTUNI Cabang Ciamis mengikuti kegiatan jalan mundur bersama puluhan tunanetra se Jawa Barat, di depan PSBN Wiyata Guna, Jl. Padjadjaran, Bandung.

Aksi jalan mundur itu, kata Edi, melibatkan PERTUNI, Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI), Ikatan Alumni Wyata Guna (IAWG) dan Persatuan Olahraga Tunanetra Muslim (PORTI).

Pada kesempatan yang sama, Edi menuding KPUD Ciamis bertindak diskriminatif terhadap kaum difable. Harusnya, KPUD bisa memberikan pelayanan publik ke semua warga negara, termasuk kaum difable yang mempunyai hak pilih.

“Kenapa mengadakan jalan sehat bisa, menganggarkan surat suara untuk kaum Tunanetra tidak bisa, ini ironis,” tegas Edi.

Edi menuturkan, KPUD sebagai lembaha penyelenggara Pemilu, memiliki kewajiban untuk menyediakan kertas surat suara dengan template braile. Edi mengaku kaum difable merasa diabaikan.

“Kalau kami memilih tidak sendiri, tentu rentan terjadi penggiringan suara,” ujarnya.

Bila penggiringan suara tidak bisa diantisipasi oleh KPUD, maka patut dipertanyakan peran KPUD Ciamis sebagai bagian dari penyelenggara Pileg 2014 ini. Kemudian apakah KPUD Ciamis mau membiarkan hal itu terjadi.

Dihubungi terpisah, Kepala Divisi Logistik KPUD Ciamis, Taufik Iskandar, Selasa (11/3/2014), mengatakan, KPUD Ciamis masih menunggu instruksi dari KPU Pusat soal pengadaan kertas suara braile bagi kaum difable di Ciamis.

“Kami sudah mengajukan. Tapi soal pengadaan dan distribusi surat suara braile ke KPUD Daerah itu wewenang KPU Pusat,” paparnya.

Taufik menuturkan, pihaknya sudah mengajukan di masing-masing TPS yang tersebar di Kabupaten Ciamis, disediakan kertas surat suara braile. Per TPS dialokasikan untuk menyediakan satu surat suara braile.

Ketika ditanya soal kemungkinan jumlah tunanetra lebih dari satu per TPS, Taufik enggan berkomentar lebih jauh. “Pokoknya kami alokasikan seperti itu,” pungkasnya. (DK/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!