Taman Wisata Ilmiah akan Dikembangkan di Pangandaran

07/03/2014 0 Comments
Taman Wisata Ilmiah akan Dikembangkan di Pangandaran

Penjabat Bupati Pangandaran berphoto bersama jajaran pejabat dari Universitas Ibnu Kholdun Jakarta. Photo : Entang/ HR

Parigi, (harapanrakyat.com),-

Universitas Ibnu Chaldun Buaran Jakarta, bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pangandaran mengembangkan Taman Wisata Ilmiah. Menurut Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Agus Hariyadi, kerjasama itu merupakan terobosan civitas akademika dalam mewujudkan tri dharma perguruan.

Agus menuturkan, kerjasama itu pula sebagai upaya mengembangkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Pangandaran. Kegiatan itu diawali dengan pengembangan penelitian di wilayah pertanian dan akan ditindaklanjuti dengan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan itu, kata Agus, pihaknya bersama pemerintah akan berupaya melestarikan pertanian perkotaan (urban farming), sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat khususnya di Kabupaten Pangandaran.

Lebih lanjut, Agus menambahkan, potensi dan keanekaragaman hayati yang dimiliki Pangandaran bisa dirasakan masyarakat. Karena, dengan kekayaan alam dan keanekaragaman itulah, dapat dikembangkan sebagai sumber kehidupan ekonomi masyarakat.

“Tanaman yang ada di Pangandaran banyak mempunyai kandung herbal dan bioenergi. Untuk itu, kedepan akan kita coba kembangkan secara organik. Kita akan menyebarkan hasil pengembangan dan penelitian ini kepada masyarakat, agar dapat mereka tiru,” katanya.

Agus mencontohkan, seandainya petani menanam jagung dengan ukuran luas tanah sekian hektar, biasanya menghasilkan sekian kwintal. Pihak universitas akan membina para petani agar dapat menghasilkan panen jagung dua kali lipat dari panen biasanya.

“Itulah salah satu tekhnik pengelolaan dalam masa tanam yang akan kita sebar ke masyarakat,” ujar Agus.

Senada dengan itu, Sekretaris Jurusan Program Studi Agro Bisnis, Dasep S. Ubaidillah, mengatakan, kerjasama tersebut juga sebagai pengembangan wisata alam yang ada di Kabupaten Pangandaran.

“Pangandaran mempunyai potensi pariwisata yang tinggi. Maka perlu adanya penguat pengembangan tanaman yang kiranya bisa dijadikan obyek kajian ilmiah oleh peserta didik dan ilmuan juga para akademisi,” kata Dasep.

Dasep mencontohkan, tanaman bambu yang terdapat di Kabupaten Pangandaran secara ilmiah mempunyai kelebihan sebagai pelestari alam. Bambu juga sebagai penyimpan air, sehingga dapat melestarikan kandungan air tanah di kawasan tersebut.

“Selain sebagai pelestari lingkungan, bambu tidak hanya sebagai alat matrial untuk bangunan, tetapi rebunya sebagai bahan sayuran dan bisa dinikmati oleh manusia. Untuk itu kerjasama dengan Pemkab Pangandaran diharapkan bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat, dan bisa dinikmati oleh pengunjung yang berwisata ke Pangandaran,” ucapnya.

Penjabat Bupati Pangandaran, Endjang Naffandy, mengaku sangat menyambut baik wacana pengembangan TWI oleh Universitas Ibnu Challdun Buaran Jakarta. Menurut dia, kerjasama ini akan menjadi sebuah perubahan secara ekonomi dan wawasan di masyarakat.

“Secara Sumber Daya Alam, potensi yang kita miliki sangat tinggi. Bahkan mempunyai nilai lebih dibandingkan daerah lain. Tetapi kita perlu ada terobosan pengembangan secara tersistematis. Selain itu, pemberdayaan masyarakat dari sisi pengetahuan,” kata Endjang.

Endjang berharap, setelah pengembangan taman wisata ilmiah ini, diharapkan juga masyarakat tidak hanya aktif dan bisa memproduksi hasil potensi yang ada. Maka dengan itu Endjang ingin pengembangan usaha dan menejemen pemasaran juga perlu dilakukan.

Tuuannya agar hasil dari pengembangan tersebut bisa menopang kebutuhan perekonomian yang berbasis kerakyatan. Selain dapat menunjang kebutuhan ekonomi masyarakat, Pangandaran juga akan dikenal sebagai ikon produk yang dihasilkan dari karya petani.  (Entang/R4/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!