Terancam Longsor, 27 KK di Panawangan Ciamis Terpaksa Direlokasi

01/03/2014 0 Comments
Terancam Longsor, 27 KK di Panawangan Ciamis Terpaksa Direlokasi

Rumah Onoh Sukanah (34), di Dusun Cipeuteuy, Desa Girilaya, Panawangan ambruk akibat hujan deras dan longsor. Photo : Eji Darsono/ HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Sedikitnya 27 kepala keluarga (KK) di Desa Mekarbuana, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat direlokasi ke tempat aman. Pasalnya, 27 unit rumah di wilayah itu masuk kategori rawan longsor.   

Kaur Keuangan Desa Mekarbuana, Rahman, pekan lalu, mengatakan, sementara ini baru 27  kepala keluarga telah diungsikan ke tempat yang lebih aman. Lokasinya masih di wilayah Desa Mekarbuana.

Ke 27 unit rumah itu berada di tiga dusun, meliputi Dusun Cogrek, Dusun Kalapa, dan Dusun Cimanem. Dia menuturkan, bencana longsor di wilayanya merupakan ancama serius yang perlu segera ditangani.

Selain upaya relokasi, kata Rahman, pihak desa juga melakukan perbaikan pada sejumlah saluran air. Hal itu sengaja dilakukan, sebab pada pekan lalu, musibah longsor terjadi di wilayah tersebut. Akses jalan pun tertimbun longsoran tanah.

Rabu minggu lalu, bencana longsor menimpa Dusun Cipeuteuy, Desa Girilaya, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis. Akibat musibah longsor itu, satu rumah rata dengan tanah, dua lainnya terancam.

Onoh Sukanah (34), korban longsor yang rumahnya ambruk, asal Dusun Cipeuteuy, mengungkapkan, saat itu Rabu (19/2/2014), sekitar pukul 19.00 WIB, hujan deras mengguyur kampungnya.

Karena hujan kala itu berlangsung lama, kata Onoh, tanpa diduga, tanah di sekitar rumah bergerak, dan akhirnya rumah miliknya ambruk. Dia dan keluarga akhirnya mengungsi ke rumah kerabat.

Senada dengan itu, Suharya (65), warga Dusun Peuteuy RT 06 RW 03, menambahkan, posisi  tanah yang ditempati tiga keluarga, keberadaannya labil. Ketiga rumah itu berada tepat di sisi tebing. Ketinggian tebing mencapai 20 meter, dengan panjang 50 meter.

“Selama ini yang saya tahu, sudah tiga kali terjadi longsor di Desa Girilaya. Beberapa waktu lalu, pernah ada bantuan. Namun, Dusun Cipeuteuy tidak mendapatkannya,” katanya.

Kepala Dusun Cipeuteuy, Muhtar Saputra, sebelum peristiwa longsor terjadi, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, sempat mengecek tanah labil di sejumlah wilayah di Panawangan, namun Dusun Cipeuteuy saat itu tidak terdeteksi.

Di tempat terpisah, Kasie Pemerintahan Kecamatan Panawangan, Kosasih, SIP,.M.SI, mengungkapkan, seluruh kejadian yang disebabkan akibat longsor sudah disampaikan ke BPBD, kemudian ditindaklanjuti pada hari Jum’at sore, oleh Kasie Trantib dan Ekbang.

Menurut Kosasih, meski tidak ada korban jiwa, pihaknya tetap menghimbau warga yang tinggal di kawasan rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terlebih ketika curah hujan meningkat. (dji/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!