TKI Asal Banjar yang Hilang di Oman Sulit Dilacak

25/03/2014 0 Comments
TKI Asal Banjar yang Hilang di Oman Sulit Dilacak

Santi Irawati (27), TKI asal Dusun Kelapa Sabrang, RT.04, RW.08, Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Foto: Dok HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Terkait dengan belum adanya kejelasan mengenai keberadaan dan proses kepulangan Santi Irawati (27), TKI asal Dusun Kelapa Sabrang, RT.04, RW.08, Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, yang bekerja di Oman, Timur Tengah, Kabid Tenaga Kerja Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Banjar, Wasino, mengaku pihaknya kesulitan melacak keberadaan TKI tersebut.

Saat ditemui HR di ruang kerjanya, Selasa (18/03/2014), Wasino mengatakan, semestinya pihak keluarga sendiri harus mengetahui alamat jelasnya, sehingga akan memudahkan pihak Dinsosnaker Kota Banjar dalam mengkoordinasikan permohonan fasilitasi ke Kementerian Tenaga Kerja RI, yang dilengkapi dengan data alamat jelas.

“Sebenarnya merasa lucu dengan kejadian seperti ini, dimana pemerintah menjadi tumpuan harapan atas proses pemulangan dan keberadaannya. Sedangkan dalam pemberangkatan yang kedua kalinya pada tiga tahun lalu, Santi bisa dikatakan TKI ilegal. Namun demikian kami akan tetap mengusahakannya sebagai bentuk tanggung jawab terhadap warganya,” ujar Wasino.

Lanjut dia, yang jelas pihaknya saat ini terus melakukan langkah responsif. Dan diakui Wasino, setelah petugas dari Dinsosnaker berkunjung kedua kalinya ke rumah orang tua Santi, petugas berhasil mendapatkan nomor telepon teman Santi yang bekerja di Taiwan.

Sebelumnya teman Santi tersebut mengabarkan kepada pihak keluarga bahwa Santi masih hidup dan dalam keadaan koma di rawat di rumah sakit.

“Kami mendapatkan nomor telepon dari adiknya Santi saat kami berkunjung ke rumah orang tuanya. Setelah itu kami pun langsung mengontak nomor telepon itu. Ternyata teman Santi  itu bernama Sriatun. Ketika itu Sriatun menjawab melalui SMS bahwa Santi masih sakit dan sekarang dalam keadaan koma di rawat di Rumah Sakit Badar Assamma, Kuwait,” tutur Wasino.

Berdasarkan keterangan dari Sriatun, bahwa Santi berkerja di Oman selalu kabur-kaburan atau gunta-ganti majikan. Dan saat ini yang sering menjenguk adalah majikan Santi yang baru. Itupun dengan penjagaan ketat dari pihak kepolisian setempat.

“Dengan mengetahui keberadaan dan alamat jelasnya tentu akan memudahkan kami dalam pengkoordinasian dengan pihak terkait dalam urusan ketenagaakerjaan. Dimana kami sekarang ini akan mengirimkan surat permohonan bantuan fasilitasi proses kepulangan TKI an Santi ke Kementrian Tenaga Kerja RI, yang kemudian akan disambungkan dengan BP3TKI, lalu dilanjutkan ke Atase Kedutaan di sana,” terang Wasino.

Pihaknya berharap akan memperoleh kejelasan lebih lanjut, sebab dari awal Dinsosnaker selalu berkoordinasi dengan pihak Kementrian. Hanya saja waktu itu pihak Kementrian masih bingung karena Dinsosnaker Kota Banjar tidak mengirimkan alamat jelasnya. (Nanks/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply