Warga Minta Dibangunkan Bendungan di Sungai Cileueur Ciamis

14/03/2014 0 Comments
Warga Minta Dibangunkan Bendungan di Sungai Cileueur Ciamis

Rumah salah seorang warga Sadanya yang belum lama ini diterjang Banjir Sungai Cileueur. Photo : Heri Herdianto/ HR

Sadananya, (harapanrakyat.com),-

Warga Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya, meminta Pemerintah Kabupaten Ciamis mengalokasikan anggaran untuk pembangunan bendungan di Sungai Cileueur. Bendungan itu untuk menormalisasikan volume air, sehingga tidak menimbulkan banjir yang selama ini menghantui warga.

Kepala Desa Sukajadi, Tata Atori, didampingi Kepala Dusun Cilimus, Rudi, membenarkan keinginan warganya untuk membangun sebuah bendungan. Diakui Tata, daerah tersebut  memang langganan terendam banjir, akibat volume air Sungai Cileueur naik.

Tata menuturkan, pada Hari Minggu (9/3/10), sekitar pukul 16.00 WIB, Sungai Cileueur di Dusun Cilimus RT04 RW07, kembali meluap. Akibatnya sebanyak 3 rumah warga yang berada di bantaran sungai terendam air setinggi 50 sentimeter.

Banjir yang terjadi di Dusun Cilimus merupakan banjir yang kelima kalinya. Kawasan itu selama ini sudah menajdi langganan banjir. Untuk itu, perlu segera dibuatkan bendungan agar bisa menormalisasi volume air.

“Mudah-mudahan keinginan warga untuk dibuatkan bendungan di Sungai Cileueur segera terwujud,” ucapnya.

Selain rumah, imbuh Tata, banjir juga menggenangi sekitar 3 hektar sawah milik warga yang berada di sepanjang bibir sungai. Banjir yang terjadi kali ini disebabkan karena tingginya curah hujan beberapa hari terakhir ini.

Pada peristiwa itu, Nijar (16), warga setempat menderita luka sobek pada bagian kaki, bahkan terpaksa dijahit sebanyak 17 jahitan. Saat kejadian, rumah yang ditempati Nijar dihantam banjir sungai Cileueur.

“Nijar mencoba menyelamatkan adiknya yang masih kecil, sayang saat penyelematan itu, kaki Nijar tergores serpihan kaca,” ungkap Aji, ayah Nijar.

Iji mengaku, akibat banjir itu, sebagian berkas-berkas penting miliknya hanyut terbawa air. Dia memperkirakan, kerugian materi yang dialaminya mencapai sekitar Rp 10 juta. “Ini musibah. Saya harus menerima dan sabar. Kalaupun ada bantuan dari pemerintah, saya ucapkan terima kasih,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Kabid Penanganan dan Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Ciamis, Drs. H. Wawan Hernawan, menyatakan, selepas mendapat laporan, pihaknya bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) langsung meninjau lokasi.

Wawan mengaku, pihaknya memberikan bantuan berupa logistik untuk 4 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Cilimus. “Mudah-mudahan bisa bermanfaat. Ini hanya sebatas bantuan untuk kebutuhan beberapa hari saja,” ucapnya. (Heri/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!