Yayasan ‘Diobok-Obok’, Aksi Mahasiswa Unigal Ciamis Terus Bergelora

20/03/2014 0 Comments
Yayasan ‘Diobok-Obok’, Aksi Mahasiswa Unigal Ciamis Terus Bergelora

Mahasiswa Unigal saat menggelar aksi demonstrasi di lingkungan kampus Unigal. Photo : Deni Supendi/ HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Galuh (Unigal) Ciamis dalam sepekan ini terus bergelora. Pada serangkaian aksi pertama, mahasiswa mempersoalkan tentang manajemen Program Studi PJKR. Pada aksi itu, mahasiswa meminta Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Rektor turun dari jabatan.

Kemudian, selang beberapa hari, mahasiswa kembali turun aksi, mempersoalkan Sistem Akademik (Siakad) Universitas Galuh. Dan Sabtu kemarin (15/3/2014), mahasiswa menggelar aksi cukup besar, mempersoalkan status kepengurusan Yayasan Pendidikan Galuh (YPG) Ciamis, atau yayasan yang menaungi Unigal.

Fuji Muhammad Riyadi, Koorlap Aksi dari Gerakan Mahasiswa Galuh Menggugat (GMGM), Sabtu (15/3/2014), mengungkapkan, bahwa di struktur pengurus dan pengawas YPG Ciamis telah terjadi kevakuman.

Akibat kondisi itu, kata Fuji, Rektor yang tidak dibatasi oleh kepengurusan YPG Ciamis, dengan arogansinya dituding mahasiswa telah membuat kekacauan di kampus Unigal. Menurut Fuji, Unigal dan YPG merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, baik dari persepsi hukum ataupun sejarah.

Sebagai mahasiswa yang progresif dan revolusioner, lanjut Fuji, pihaknya berkewajiban untuk mengevaluasi dan memberikan dedikasi berupa sumbangsih pemikiran, menjaga keberadaan YPG agar berada dalam keseimbangan.

Fuji menjelaskan tuntutan mahasiswa pada aksi kali ini. Meminta pembentukan struktur YPG Ciamis (Pembina, Pengurus dan Pengawas) yang solid, memahami situasi Unigal sejak didirikan.

Kedua, mahasiswa menolak segala bentuk arogansi Solihin GP, yang berkapasitas sebagai Ketua Pembina. Pasalnya, Solihin GP dianggap telah melanggar AD/ ART YPG Ciamis, karena melakukan penunjukkan dan penetapan strukutur pembina, pengurus dan pengawas YPG secara sepihak.

Yang ketiga, mahasiswa meminta ketiga pendiri yang masih eksis berstatus pembina, menggelar rapat pembentukan struktural yayasan yang solid. Keempat, meminta semua pemegang jabatan struktural, Rektor Dekan, Kaprodi dan lainnya, diberhentikan dari jabatan bila tidak loyal dan koperatif berdasarkan konstitusi dan statuta.

“Ini agar eksistensi dan martabat yayasan tetap terjaga,” ujarnya.

Menanggapi persoalan yang terjadi di tubuh Yayasan Pendidikan Galuh (YPG) Ciamis, Tokoh Pemuda Ciamis, sekaligus Ketua Karang Taruna Kabupaten, Aris Firdaus, TS, menyayangkan salah satu aset pendidikan Kabupaten Ciamis ini diobok-obok oleh pihak luar.

“Kalau ingin jadi pahlawan, jadilah pejuang dulu. Jangan tiba-tiba jadi pahlawan tanpa perjuangan. YPG Ciamis sudah jelas pendirinya, jelas pula pejuangnya,” ungkapnya.

Aris menuturkan, Unigal merupakan aset daerah yang sangat besar. Unigal membawa nama baik daerah dari segi pendidikan. Saat ini sudah banyak lulusan dari Unigal tersebar di pelosok daerah.

“Jangan sampai YPG atau Unigal jadi korban orang-orang yang memiliki kepentingan,” tandasnya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun HR, menyebutkan, pembentukan struktural kepengurusan YPG Ciamis yang baru, masih diperbincangkan. Namun sayang, sampai berita ini diturunkan, HR belum mendapat pernyataan resmi dari para pihak yang berkompeten. (Deni/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply