Dorong Usut Dugaan Money Politik, Agun Datangi Panwaslu Ciamis

Dorong Usut Dugaan Money Politik, Agun Datangi Panwaslu Ciamis

Caleg Incumbent Partai Golkar, Drs. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.Ip, M.Si, saat berdialog dengan jajaran Anggota Panwaslu Kabupaten Ciamis, di kantor Panwaslu, Sabtu (12/04/2014). Foto: Dian Sholeh Wardiana/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Menyusul aksi boikot yang dilakukan 8 partai politik (parpol) pada rapat pleno rekapitulasi suara Pemilu di sejumlah PPS di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, lantaran diduga ada permainan money politik yang dilakukan oleh salah seorang Caleg DPR RI dari partai tertentu, membuat Caleg Incumbent Partai Golkar, Drs. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.Ip, M.Si, ikut bersikap.

Sebagai bentuk dukungan terhadap protes 8 parpol yang menggugat praktik money politik yang dilakukan salah seorang Caleg DPR RI, Agun mendatangi Kantor Panwaslu Kabupaten Ciamis, Sabtu (12/04/2014).

Agun yang saat itu menemui Ketua Panwaslu Kabupaten Ciamis, Uce Kurniawan, sempat berdialog sekitar setengah jam untuk mengkonfirmasi tindaklanjut Panwaslu dalam menangani laporan kasus money politik tersebut.

Usai berdialog dengan jajaran Anggota Panwaslu, Agun mengatakan, kedatangan dirinya menemui Panwaslu, bukan untuk melapor, akan tetapi untuk memberikan tambahan informasi terkait dugaan money politik yang dilakukan oleh salah seorang Caleg DPR RI. Temuan kecurangan itu, menurutnya, terjadi di Dapil Ciamis IV, V dan VI.

“Dari Informasi yang saya terima, ada gerakan money politik yang dilakukan secara terstruktur dan masif. Gerakan kecurangan ini sebenarnya sudah terjadi  jauh sebelum pelaksanaan Pemilu. Namun, tidak ada tindaklanjut dari Panwaslu hingga dugaan kecurangan ini terus berlanjut sampai jelang pelaksanaan Pemilu,” tegasnya, kepada HR, Sabtu (12/04/2014).

Agun menjelaskan, dirinya terus mendapat laporan dari masyarakat terkait kasus money politik tersebut yang diterimanya melalui telepon dan SMS. ” Mereka mempertanyakan tentang penanganan kasus money politik yang kerap disimpulkan oleh Panwaslu tidak memenuhi unsur. Padahal, fakta dan bukti di lapangan sudah cukup lengkap untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Agun mengungkapkan, ada satu fenomana unik yang terjadi di Dapil Ciamis V dan VI (wilayah Kabupaten Pangandaran). Dan hal itu disinyalir berkaitan dengan kasus dugaan money politik ini. Menurut dia, ada Caleg DPR RI bukan incumbent dari salah satu parpol, perolehan suaranya sangat signifikan. Bahkan, Caleg ini mampu mengalahkan Caleg yang  sudah dikenal di masyarakat.

”Dengan adanya hal itu, saya sudah meminta Panwaslu agar bekerja maksimal dan profesional dalam menangani laporan dari masyarakat. Dan saya tegaskan, siapa pun Caleg yang melukai proses Pemilu, harus ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kabupaten Ciamis, Uce Kurniawan, menyatakan menyambut baik dengan datangnya Agun ke Panwaslu. Walaupun kedatangan tersebut bukan untuk membuat laporan resmi, namun pihaknya tetap akan menindaklanjuti apa yang disampaikan Agun.

“Memang kasus dugaan money politik yang terjadi di wilayah Pangandaran ini sesuai dengan laporan Panwas Kecamatan setempat. Baru kemarin kami menerima laporan tersebut. Rencananya kita akan melakukan pendalaman terkait dugaan tersebut,” pungkasnya. (DSW/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles