Erna, Warga Banjar Yang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Itu Alami Trauma

04/04/2014 0 Comments
Erna, Warga Banjar Yang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Itu Alami Trauma

Erna Suarsih (29), warga Dusun Warungbuah, RT. 25/12, Desa Neglasari, Kecamatan/Kota Banjar, memperlihatkan photo Sahudin, mantan suaminya yang tega menyiramkan air keras ke bagian wajah dan lehernya. Photo : Hermanto/HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Erna Suarsih (29), warga Dusun Warungbuah, RT. 25/12, Desa Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, yang menjadi korban penyiraman air keras oleh mantan suaminya, Sahudin (35), Sabtu pekan lalu (22/03/2014), kini mengalami trauma berat.

Hingga saat ini korban tinggal bersama bibinya, Endah (52), yang rumahnya masih satu kampung di daerah Warungbuah. Erna mengaku belum berani pulang ke rumahnya karena dirinya merasa takut jika tinggal di rumahnya.

“Saya masih takut, makanya tidak mau pulang ke rumah. Saya takut mantan suami saya itu datang lagi ke rumah,” ungkap Erna, ketika ditemui HR di rumah Endah, Jum’at (28/03/2014).

Erna mengaku, dirinya merasa sangat trauma dan takut jika ingat mantan suaminya yang galak dan sering memukulnya, sehingga ia kapok dan tidak ingin menikah lagi.

“Saya tidak mau menikah lagi, saya kapok, dan jujur saja saya memang trauma jika ingat kejadian itu,” kata Erna.

Sementara menurut Edah, bibi korban, jika menjelang malam, Erna selalu terlihat gelisah, sering melamun dan tidak bisa tidur.  Semua itu akibat rasa traumatik yang dialami korban, terlebih bila membayangkan saat sedang disiram air keras oleh mantan suaminya.

“Kasihan dia, kalau malam tiba dia sering ketakutan dan selalu ingin didampingi oleh saya. Dia tidak mau ditinggal sendirian di rumah, makanya dia tidak mau pulang ke rumahnya,” ujar Edah.

Edah pun mengatakan, dirinya tidak menyangka dengan apa yang dilakukan Sahudin, mantan suami korban, yang tega berbuat sadis kepada Erna. Menurut Endah, selama ini pelaku dikenal sebagai orang pendiam, sopan dan santun terhadap orang tua.

“Oleh karena itu saya pun tidak terima jika keponakan saya diperlakukan seperti ini, dan  berharap semoga pihak kepolisian cepat menangkap pelaku. Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” harap Endah.

Di tempat terpisah, petugas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kota Banjar, Hermadi, mengatakan dalam hal ini pemerintah harusnya membuat Peraturan Daerah (Perda) untuk suatu penanganan yang khusus, serta inisiatif dalam penanganan kasus-kasus yang berhubungan dengan perlindungan perempuan dan anak.

“Pemerintah harusnya membuat Perda, hal ini supaya menjadi perhatian kepada masyarakat dan membuat efek jera kepada pelaku kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Banjar, Kompol. Suwignyo, mengaku, sejauh ini pihaknya sudah memerintahkan enam orang anggotanya untuk melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku.

“Sampai saat ini anggota kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Menurut informasi terakhir yang kami terima, pelaku diketahui sekarang berada di daerah Bandung. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kami bisa menangkapnya,” kata Suwignyo, kepada HR.

Seperti diberitakan HR sebelumnya, Sahudin (35), warga Dusun Sukamaju, RT. 39, RW. 13, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, tega menyiramkan air keras ke wajah Erna (29), mantan istrinya. Aksi nekad itu dilakukan lantaran mantan istrinya menolak diajak rujuk.

Akibatnya, korban mengalami luka bakar di bagian wajahnya hingga harus dirawat secara intensif di RSUD Kota Banjar. Korban sendiri merupakan seorang karyawati di PT Albasi Parahyangan Banjar.

Kejadian penyiraman air keras tersebut bermula ketika pelaku menjemput Erna usai pulang dari tempat kerjanya yang kebetulan saat itu Erna masuk shif malam. Saat pulang, pelaku terus membujuk Erna agar bisa kembali rujuk untuk menyambung bahtera rumah tangga yang sebelumnya telah bercerai.

Namun, permintaan itu selalu ditolak Erna. Ketika sampai di rumah Erna, entah setan apa yang merasuki otak pelaku, tiba-tiba saja dia menyiramkan air keras ke wajah Erna.

Erna pun sepontan berteriak meminta tolong, dan pada saat itu pelaku langsung lari entah kemana. Kemudian, tidak lama berselang tetangga korban berdatangan ke rumah Erna. Dia pun langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan akibat luka bakar di wajahnya. (Hermanto/R3/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!