Kelompok Catigi Pangandaran Terkendala Pemasaran Pupuk Organik

Kelompok Catigi Pangandaran Terkendala Pemasaran Pupuk Organik

Ketua Kelompok Catigi, Iwan Hadiyana, menerima bantuan bibit pohon pala secara simbolis dari Kepala Dinas Pariwisata, Perindagkop dan UMKM Kabupaten Pangandaran, Drs. Suheryana. Photo : Entang Saeful Rachman/HR

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Dalam upaya meningkatkan perekonomian dan pemberdayaan masyarakat, Kelompok Catigi di Dusun Pamugaran, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengolah limbah kotoran hewan menjadi pupuk organik.

Ketua Kelompok Catigi, Iwan Hadiyana, mengatakan, saat ini kelompoknya itu sudah berjalan selama empat bulan dengan memperdayakan masyarakat sebanyak 45 orang, baik dari kalangan ibu rumah tangga dan bapak-bapaknya, serta anak-anak.

“Selain untuk meningkatkan kesejahtaraan anggota, pengolahan pupuk organik tersebut juga untuk memanfaatkan limbah yang sudah tidak terpakai lagi, contohnya kokopit, kotoran sapi, abu sekam dan kotoran ayam,” katanya, kepada HR, Selasa (08/04/2014).

Menurut Iwan, dengan memanfaatkan lahan milik tanah kas desa, setiap bulannya Kelompok Catigi mampu memproduksi pupuk organik sekitar 8 ton. Namun, pihaknya masih kesulitan dalam pemasaran, karena adanya pupuk buatan non organik yang selama ini sudah beredar di pasaran.

Dia juga menyebutkan, pembuatan pupuk organik memang memakan waktu cukup lama, dimana proses permentasi selama tiga minggu dengan menggunakan mikroba M4. Mikroba tersebut merupakan bantuan dari Ketua Asosiasi Gula Kelapa Priangan Kabupaten Pangandaran.

“Kami berharap pemerintah daerah bisa membantu dalam hal pemasaran, agar usaha pembuatan pupuk organik bisa berjalan dengan baik, dan bisa membantu para anggota Kelompok Catigi yang melibatkan masyarakat setempat,” harap Iwan.

Kepala Dinas Pariwisata, Perindagkop dan UMKM Kabupaten Pangandaran, Drs. Suheryana, mengatakan, untuk melakukan pemasaran pupuk organik yang diproduksi Kelompok Catigi bisa melalui pameran-pameran, atau dengan cara membuka kedai maupun toko pupuk yang dibangun di lokasi strategis dan mudah dilihat oleh masyarakat umum.

“Selain itu, bisa juga melakukan pemasaran dengan cara mempromosikan atau menawarkan kepada para petani,” ujarnya.

Sedangkan menegnai urusan pengembangan usaha, kata Suheryana, Kelompok Catigi bisa berkoordinasi langsung dengan pihak Dinas Kelautan, Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Pangandaran. (Entang/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles