Mayat Penambang Pasir Banjar Ditemukan di Bendungan Manganti

Mayat Penambang Pasir Banjar Ditemukan di Bendungan Manganti

Petugas kepolisian bersama warga saat mengevakuasi mayat Wagimin yang ditemukan mengambang, di Bendungan Manganti, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Kamis (17/04/2014). Foto: Hermanto/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Warga di sekitar Bendungan Manganti, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, pagi tadi dikejutkan dengan ditemukannya sesosok mayat manusia yang tengah mengambang di Sungai Citanduy, Kamis (17/4/2014). Diketahui mayat tersebut adalah Wagimin (56), warga Dusun Buniseuri RT 01/ RW 06 Desa Panulisan Tengah, Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap.

Wagimin merupakan seorang penambangan pasir di daerah Cijolang perbatasan Banjar Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sebelum tewas, saat itu korban mengalami kecelakaan saat sedang bongkar pasir bersama rekannya seprofesinya Yadi Suryadi (42), Senin (14/4/2014).

Kecelakaan bermula saat sebuah troli pengangkut pasir tiba-tiba tali pengikatnya dari atas putus, sehingga a troli tersebut menabrak kedua korban yang berada di bawah. Dalam peristiwa tersebut, Yadi selamat. Namun naas bagi Wagimin. Karena tidak bisa berenang, akhirnya dia hanyut terbawa oleh derasnya sungai Cijolang.

Mayat Wagimin pertama kali ditemukan Kaslam (36), warga setempat, sekitar pukul 07.00 WIB pagi. Saat itu Kaslam sedang menjala ikan di sungai tersebut. Tiba-tiba dia mencium bau yang sangat menyengat. Setelah dihampiri, ternyata sumber bau tersebut adalah sesosok mayat manusia.

“Ketika itu saya sedang ngecrik, tiba-tiba tercium bau bangkai. Setelah diselidiki, ternyata tampak mayat mengambang nyangkut di rerumpunan,” ujarnya. Kemudian dia melaporkan hal itu kepada petugas pintu air Bendungan Manganti. Dan petugas lalu memberikan informasi ke BPBD Kota Banjar.

Kapolsek Purwaharja AKP Moeslim, mengatakan, pihaknya dengan dibantu tim SAR setelah tiba dilokasi langsung melakukan pengecekan. Karena lokasi jauh, mereka menggunakan perahu menyisir dan membawa jenazah yang berada di sungai untuk dibawa ke tepi.

“Karena lokasi jauh dari tempat parkir, terpaksa kami menggunakan perahu untuk membawa jenazah ke tepi,” katanya.

Selanjutnya korban diserahkan ke pihak keluarga serta langsung dibawa ke rumah duka,  dan pihak keluarga pun menolak untuk diotopsi. (Hermanto/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles