Peringatan Hari Buruh di Ciamis Diprediksi Bakal Kondusif

Peringatan Hari Buruh di Ciamis Diprediksi Bakal Kondusif

Photo : Ilustrasi/ Net

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Menghadapi Hari Buruh Internasional yang jatuh 1 Mei 2014, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Ciamis memprediksi perayaan hari buruh atau may day di Kabupaten Ciamis akan berlangsung kondusif.

Kepala Dinsosnakertras Ciamis, Drs. Wawan S. Arifin, didampingi Bagian Hubungan Perindustrian, Dosi Suwondo, Senin (28/4/2014), menyebutkan, bahwa Kabupaten Ciamis bukanlah kabupaten Industri.

Selain itu, mulai tahun 2014 Hari Buruh Internasional yang jatuh 1 Mei, ditetapkan oleh pemerintah sebagai hari libur nasional. Diakui Wawan, gelombang unjuk rasa biasanya dilakukan secara instruksional oleh pengurus serikat buruh dari tingkat pusat.

Menurut Wawan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan kabar dari kementerian maupun Dinsosnakertrans Provinsi Jawa Barat tentang instruksi serikat buruh di daerah untuk melakukan aksi pada peringatan hari buruh internasional.

Namun demikian, lanjut Wawan, sebagai upaya preventif menghadapi peringatan may day, Dinsosnakertrans Kabupaten Ciamis akan menyerap informasi dan melakukan komunikasi dengan perusahaan dan Dinsosnakertrans Provinsi.

“Harapan kita, may day nanti berlangsung kondusif. Ini tentunya bukan saja menjadi harapan pemerintah, tapi semua elemen masyarakat juga menginginkannya, tanpa mengenyampingkan esensi dan refleksi dari peringatan itu sendiri,” ujarnya.

Wawan menambahkan, pihaknya bukan berarti melarang para buruh untuk menyuarakan aspirasinya pada hari buruh internasional tersebut. Namun, sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah, pihaknya berupaya mengimbau agar para buruh bisa menyuarakan aspirasinya tidak dalam hal negatif.

Menghadapi peringatan hari buruh, pihaknya juga sudah melayangkan surat ke 40 perusahaan yang tersebar di Kabupaten Ciamis. Melalui surat itu, pihaknya mendorong perusahaan agar memperingati hari buruh Internasional dengan hal-hal positif.

“Misalnya, para buruh dan pekerja merefleksikan momentum ini dengan menggelar syukuran, mengumpulkan anak-anak yatim dan kurang mampu, menggelar turnamen olahraga antar sesama buruh dan manajemen, serta kegiatan peduli lingkungan (kebersihan),” pungkasnya. (DSW/R4/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles