Persempit Ruang Gerak Pelaku Kejahatan, RSUD Banjar Perketat Keamanan

Persempit Ruang Gerak Pelaku Kejahatan, RSUD Banjar Perketat Keamanan

Guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Banjar akan lebih memperketat keamanan, khususnya untuk ruangan bayi dan ibu bersalin. Photo: Hermanto/HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Maraknya aksi penculikan bayi di sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), membuat pihak RSUD Kota Banjar akan lebih memperketat keamanan, khususnya untuk ruangan bayi dan ibu bersalin.

Seperti diketahui, beberapa tahun yang lalu rumah sakit milik pemerintah ini pernah mengalami kasus penculikan bayi, sehingga untuk memperketat keamanan rencananya pihak RSUD Banjar dalam waktu dekat akan menambah tenaga petugas Satuan Pengamanan (Satpam).

Direktur RSUD Kota Banjar, dr. Herman Umar, mengatakan, pada bulan April 2014 ini pihak rumah sakit akan menambah anggota keamanan sesuai dengan kebutuhan.

“Keamanan di RSUD ini akan diperketat. Dengan demikian, di bulan April kami akan menambah anggota Satpam,” ujarnya, saat ditemui HR, kemarin.

Menurut Herman, penambahan petugas Satpam memang sangat diperlukan. Hal itu untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan, khususnya penculikan bayi seperti yang terjadi dibeberapa rumah sakit di negeri ini. Selain itu, juga agar pasien yang tengah dirawat merasa aman dan nyaman.

Bahkan, bukan hanya menambah anggota Satpam saja, namun pihaknya juga akan mengadakan pelatihan khusus bagi anggota Satpam yang sebelumnya telah bekerja di RSUD Banjar. Pelatihan tersebut rencananya akan bekerjasama dengan pihak Polresta Banjar.

Ditemui di tempat terpisah, Kapolresta Banjar, AKBP. Asep Saepudin, SIK., mengaku sangat mendukung terhadap rencana pihak RSUD Banjar yang akan menambah petugas keamanan.

Menurutnya, peristiwa penculikan bayi yang terjadi di beberapa rumah sakit harus diwaspadai agar kasus serupa tidak terulang lagi di Kota Banjar. “Kasus penculikan bayi memang sekarang kerap terjadi dibeberapa rumah sakit, sehingga kami mendukung sekali jika pihak rumah sakit memperketat sistem keamanan,” katanya.

Asep pun mengharapkan, selain menambah anggota Satpam, pengawasan melalui CCTV juga harus ditambah dan ditempatkan di setiap sudut rumah sakit, atau di ruangan-ruangan tertentu.

Sementara dilain pihak, Nani Supriatin (43), salah satu keluarga pasien yang sedang dirawat di RSUD Banjar, mengaku dirinya menyambut baik dengan niat pihak rumah sakit yang akan memperketat keamanan dan menambah petugas Satpam.

“Menurut saya rencana itu sangat tepat, karena peran petugas Satpam merupakan salah satu kunci dalam melaksanakan keamanan, ketertiban dalam lingkungan kerjanya. Mudah-mudahan semua rencana itu segera direalisasikan,” harap Nani. (Hermanto/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles