Sulit Cari Modal, Pedagang Ciamis Bergantung ke Rentenir

Sulit Cari Modal, Pedagang Ciamis Bergantung ke Rentenir

Photo : Ilustrasi/ Net

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah masyarakat dan kalangan pedagang di wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, masih merasa kesulitan untuk mendapatkan modal untuk menjalankan usahanya. Sampai saat ini, banyak diantara mereka bergantungan pada pertolongan rentenir alias lintah darat. 

Hal itu disampaikan pengamat ekonomi, Yayan. M, SE, sekaligus guru Wirausaha di salah satu sekolah di Ciamis, Minggu (20/4/014). Menurut dia, pinjaman yang diberikan rentenir memang menggiurkan bagi sebagian masyarakat karena prosesnya cepat. Namun mereka tidak sadar bunga yang diberikan lebih besar dari bunga bank.

Yayan menuturkan, banyak alasan yang membuat masyarakat Ciamis terpaksa meminjam sejumlah uang ke rentenir. Pertama, masyarakat mengenal Bank atau usaha yang mereka miliki belum bankable.

Selain itu, rentenir mampu memberikan pinjaman dengan proses yang cepat dan tidak bertele-tele, bahkan tanpa harus ada jaminan. Jumlah nominal yang kecil sesuai kebutuhan, kerap menjadi sisi lain mengapa rentenir lebih digemari oleh masyarakat.

Kemudahan lainnya, cicilan ditagih langsung oleh rentenir. Dengan begitu, nasabah tidak perlu repot membayar iuran, seperti halnya mendatangi Bank untuk menyetorkan uang atau iuran cicilan.

“Saran saya, masyarakat jangan banyak bergantung kepada rentenir. Sekilas, tagihannya kecil, namun kalau dilihat dari rasio pendapatan masyarakat ternyata cukup besar juga,” ungkap Yayan.

Yayan menghimbau, jangan sampai tagihan rentenir menguras habis pendapatan masyarakat. Ingat, bunganya itu cukup tinggi, lebih tinggi dari rata-rata bunga kredit konsumsi perbankan. Kalau mau aman, perhatikan bahwa cicilan perbulannya tidak lebih dari sepertiga pendapatan.

Apalagi, kata Yayan, payung hukum pinjaman tidak ada. Jangan sampai masalah yang ditimbulkan dari pinjaman rentenir tersebut justru diselesaikan dengan cara-cara di luar sepantasnya.

Yayan berharap, perbankan seharusnya mampu mengakomodasi pinjaman kecil dan juga dapat  menyentuh nasabah secara langsung. Tentunya disertai berbagai kemudahan, dan tanpa harus membuat nasabah kerepotan dalam mengakses permodalan.

“Masyarakat perlu terus diedukasi hingga melek perbankan. Langkah tersebut dapat meminimalisir penggunaan jasa rentenir. Saya optimis praktek rentenir dapat dihapus kalau peminjaman kepada bank sama mudahnya dengan peminjaman kepada renternir,” katanya.

Suhaemi (43), pedagang sayur keliling di bilangan Ciamis, Minggu (20/4/2014), mengatakan, untuk memenuhi kekurangan modal usaha, dia selalu meminjam kepada rentenir. Alasannya, dia merasa kesulitan untuk mengajukan kredit ke perbankan, ditambah lagi memakan waktu lama.

“Kalau meminjam kepada rentenir, cukup hanya dengan poto kopi KTP. Uang langsung bisa cair,” katanya.

Diakui Suhaemi, resiko meminjam modal uang kepada rentenir memang tinggi. Bunganya pun selangit. Tapi, karena prosesnya yang cepat, serta persyaratan yang mudah, dia menjatuhkan pilihan kepada rentenir.

“Saya harap pemerintah atau perbankan memudahkan aturan pinjaman, agar masyarakat tidak terlilit utang kepada rentenir,” ucapnya. (Heri/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles