1.144 Unit Rumah di Pangandaran Sudah Serap Program BSPS

28/09/2014
1.144 Unit Rumah di Pangandaran Sudah Serap Program BSPS

Penyerahan simbolis program BSPS di Pangandaran. Photo : Madlani/ HR

Parigi, (harapanrakyat.com),-

Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang digulirkan Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpera) di wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, sampai saat ini sudah terserap sebanyak 1.144 unit rumah.

Pada tahap pertama penyaluran, sedikitnya 836 unit rumah sudah mencapai progres penyelesaian 80 persen. Sisanya, sebanyak 308 unit rumah harus rampung pada tahap kedua atau bulan Desember 2014.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BSPS wilayah Jawa Barat, Dra. Nani Setiawati, dalam kegiatan sosialisasi, Jum`at (19/9/2014), meminta masyarakat penerima bantuan untuk tidak salah paham di lapangan.

Menurut Nani, bantuan tahap kedua ini diproyeksikan untuk Desa Bojong sebanyak 164 unit, dan Desa Kondangjajar 144 unit. Dari hasil monitoring, ada 3 komponen yang menjadi penilaian, diantaranya kondisi atap, lantai dan dinding.

“Sediktinya 151 unit dengan nilai bantuan Rp. 15 juta, masuk kategori kelas berat. Dan 993 unit mendapat bantuan senilai Rp. 7,5 juta masuk kategori kelas sedang,” katanya.

Playing Camp (Kepala Regu), Lukas, mengatakan, penerima bantuan akan menyusun Daftar Rencana Pembelian Bahan Bangunan (DRPB2). DRPB2 itu nantinya akan diajukan ke toko matrial bangunan yang ditunjuk.

“Cara penarikan bisa dilakukan 2 kali, sesuai kebutuhan bahan bangunan yang akan dipakai, yaitu kebutuhan untuk pembuatan dinding seperti bata/ batako, semen dan untuk pencairan ke 2 kebutuhan atap,” jelasnya.

Pencairan tahap pertama, kata Lukas, harus segera dimanfaatkan, karena kalau tidak segera dicairkan bisa dikenakan sangsi, yaitu berupa pengembalian bahan bangunan yang akan dipakai.

“Masyarakat diharapkan menerima bantuan ini sesuai aturan, dengan pertimbangan tepat sasaran, tepat penggunaan dan tepat waktu,” katanya.

Kepala BRI Unit Cijulang, Mahbub, mengatakan, BRI ditunjuk oleh Kemenpera untuk memfasilitasi prosedur pencairan dan petunjuk pembuatan rekening. “Kami hanya memfasilitasi saja dalam pembuatan rekening dan proses pencairannya. Rekening ini bisa diambil semuanya tanpa adanya administrasi,” jelas Mahbub.

Jimmy (34), pendamping Desa Bojong, mengatakan, semua penerima bantuan akan dibimbing dan diarahkan oleh TPM. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, sebab akan dibantu sampai pelaksanaannya beres. (Mad/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles