Angka Perceraian PNS Ciamis Tertinggi Kedua di Jabar

13/09/2014
Angka Perceraian PNS Ciamis Tertinggi Kedua di Jabar

Foto: Ilustrasi

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Terkait tingginya angka perceraian di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Ciamis dan paling banyak dari kalangan guru, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, Drs. Toto Marwoto, mengatakan, munculnya angka bahwa tingkat perceraian PNS dari kalangan guru terlihat besar, karena jumlah PNS didominasi oleh guru.

“Guru di Kabupaten Ciamis itu jumlahnya sekitar 9000. Sementara PNS non guru kurang lebih sekitar 3000-an. Maka wajar, jika diklasifikasikan akan tampak perceraian di kalangan guru terhitung besar, karena jumlahnya juga besar,” ungkapnya, Selasa (09/09/2014).

Namun demikian, Toto juga tidak membantah bahwa tingkat perceraian di kalangan Guru di Kabupaten Ciamis masih tinggi. “ Kalau dihitung ranking memang angka perceraian PNS di Ciamis ini peringkat kedua di Jawa Barat dan paling banyak dari kalangan guru. Kita juga bersama PGRI terus berupaya melakukan pembinaan untuk menekan angka perceraian ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Ciamis, H. Tatang, S.Ag, M.Si, mengakui terkait tingginya angka perceraian di kalangan guru di Ciamis. Menurut dia, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka perceraian tersebut, salah satunya melalui pembinaan-pembinaan terhadap anggota PGRI.

“Kita akan terus melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk melakukan pembinaan terhadap guru di Kabupaten Ciamis. Hal itu tentunya sebagai upaya untuk menekan angka perceraian di kalangan guru,” katanya, Selasa (09/09/2014).

Seperti diberitakan sebelumnya, dari 1.699 perempuan yang menggugat cerai suaminya ke Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Ciamis, diketahui 160 perempuan diantaranya merupakan berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Humas PA Ciamis, Drs. Syarip Hidayat, mengungkapkan, kasus perceraian di lingkungan PNS di Ciamis selama tahun 2014 persentasi perkaranya mencapai 5 persen. Namun, bila diklasifikasi pada kasus gugat cerai, dari kalangan PNS ini mencapai 10 persen atau sebanyak 160 kasus. “Kabanyakan dari PNS kalangan guru,” ungkapnya, pekan lalu.

Menurut Syarif, penyebab perceraian di kalangan PNS dominan dilatarbelakangi masalah adanya pihak ketiga, seperti perselingkuhan akibat Pria Idaman Lain (PIL) atau Wanita Idaman Lain (WIL) atau karena ada campur tangan anggota keluarga.

“Memang dalam setiap tahunnya perceraian di kalangan PNS Ciamis cukup tinggi. 160 perkara itu baru kasus gugat cerai, belum termasuk yang talak cerai,” katanya. (Her/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles