Di HUT Pemprov Jabar, Teather Ciamis Akan Pentaskan Cerita ‘Dewi Samboja’

10/09/2014
Di HUT Pemprov Jabar, Teather Ciamis Akan Pentaskan Cerita ‘Dewi Samboja’

Foto: Ilustrasi

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Komunitas gabungan teather Ciamis dibawah binaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Ciamis, akan mengikuti pasanggiri, dalam acara ulang tahun Provinsi Jawa Barat, di Bandung, (19-20/2014). Komunitas gabungan theater tersebut akan menampilkan cerita Dewi Samboja.

Dalam narasi cerita Dewi Samboja tersebut dipaparkan, seorang ratu di sebuah kerajaan bertekad untuk membalas dendam terhadap pembunuh suaminya, melalui mimpi seorang photografer yang masuk kealam masa lalu.

Nurjaman, Sutradara Cerita Dewi Samboja, didampingi humas teather, Yuyun Gunawan, ketika ditemui di Kantor PWI Perwakilan Ciamis, Selasa (9/9/2014), mengungkapkan, suatu ketika ada seorang photograper sedang melakukan pemotretan di sebuah pantai.

Karena kelelahan, sang photograper tertidur. Dalam tidurnya tersebut, seolah dia berada di masa lampau di jaman kerajaan Pananjung. Karena kecantikan Dewi Samboja sangat termashur, maka suatu ketika datanglah Raja bajak laut ingin mempersuntingnya.

Namun karena Dewi Samboja sudah mempunyai suami, yaitu Angkalarang, maka ajakan Raja bajak laut tersebut ditolaknya. Ketika mendapat penolakan Raja Bajak Laut itupun marah. keinginan untuk memperistri Dewi Samoja, Raja Bajak Laut membunuh Raja Anggalarang sauami Dewi Samboja.

“Saat itu, Dewi Samboja berhasil kabur, saat bajak laut membunuh suaminya. Dewi Samboja pun bersumpah untuk membalaskan dendam atas kematian suaminya,” kata Nurjaman.

Singkat cerita, melalui perjalan jauh dan menyamar sebagai penari ronggeng gunung, akhirnya Dewi Samboja berhasil membalaskan dendam, dan membunuh Raja bajak laut. Setelah Dewi Samboja berhasil membalaskan dendam, sang photograper pun terbangun dari mimpi.

“Kala terbangun itu, dia mendengar suara sayu-sayup, dan memberi pesan, bila ingin bertemu dengan Dewi Samboja, carilah penari ronggeng gunung,” ucapnya.

Inti dari cerita tersebut, tambah Nurjaman, adalah pelestarian seni tari ronggeng gunung. (her/R4-HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles