Firman, Atlet Asli Banjar Berprestasi Internasional

25/09/2014
Firman, Atlet Asli Banjar Berprestasi Internasional

Firman Abdul Kholik saat berlaga di turnamen Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2014, yang berlangsung di Gor Dempo Jakabaring Sport City (JSC) kota Palembang Sumatera Selatan, 9-14 September 2014. Photo : istimewa.

Banjar, (harapanrakyat),-

Nama Firman Abdul Kholik kini tengah naik daun. Maklum saja, belum genap satu tahun menjadi pemain potensial Pelatnas PBSI, ia menjadi pemain tunggal putra termuda yang sukses karena mampu mengukir prestasi tingkat internasional di turnamen Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2014, yang berlangsung di Gor Dempo Jakabaring Sport City (JSC) kota Palembang Sumatera Selatan, 9-14 September 2014.

Perjuangan Firman untuk menembus babak final turnamen internasional berlabel Grand Prix Gold ini terbilang berat. Pasalnya, putra asli kelahiran Kota Banjar Jawa Barat, 11 Agustus 1997, ini pemain non unggulan, sehingga untuk mencapai final harus merangkak dari babak kualifikasi.

“Ini adalah turnamen internasional besar kategori Grand Prix Gold pertama saya. Oleh karena itu sebetulnya saya hanya menargetkan dapat lolos ke babak kedua saja,” ujarnya melalui pesan singkat.

Setelah berhasil lolos dari babak kualifikasi dan melaju ke babak utama atau R-1, Firman harus bertemu Jonathan Cristie pemain muda Indonesia lainnya yang lebih tenar dan lebih berpengalaman. Firman berhasil menghempaskan harapan Jonathan dengan skor ketat 3 game 17-21, 21-18 dan 21-18.

Di babak kedua, Firman pemain muda yang lincah bertangan kidal bersua unggulan 10, Tam Chun Hei dari Hong Kong, ia menang 21-17 dan 21-14. Di babak 16 besar, ia pun berjumpa dengan pemain senior Indonesia unggulan 8, Andre Kurniawan Tedjono. Ia pun harus susah payah bermain tiga game, 21-18, 18-21 dan 21-10.

Di perempat final, Firman kembali membuat gebrakan. Menghadapi Thomi Azizan Mahbub dari PB Djarum, Firman berhasil menang dua game langsung 22-20 dan 21-19. Dan kembali, ia membuat kejutan dengan lolos ke final usai menyingkirkan mantan juara dunia junior 2011 unggulan 11 asal Malaysia Zulfadli Zulkifli. Ia menang dua game langsung 21-17 dan 21-15.

Namun di babak final, Firman harus mengakui unggulan kelima rangking 43 dunia, Prannoy H.S asal India. Pemain asal PB Mutiara Bandung menyerah dua set 11-21 dan 20-22, usai berjuang 43 menit, Minggu (14/09/2014).

Menanggapi hasil yang diraih Firman, Herman orang tua Firman, mengakui kalau anaknya memang kalah matang dari Prannoy. “Selain lawan yang dihadapi Firman sudah berpengalaman, Prannoy juga mempunyai power yang kuat dan lincah,” ujar Herman, Senin (15/09/2014).

Menurutnya, walaupun Firman hanya dapat juara dua merupakan suatu capaian yang luar biasa. Karena ini prestasi yang tertinggi diraih Firman di kejuaraan tingkat internasional.

“Walaupun sebelum turnamen Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2014, Firman menjadi juara di turnamen Jaya Raya Indonesia Junior International Challenge 2014. Namun turnamen kemarin merupakan prestasi tertinggi tingkat internasional,” pungkasnya. (Adi/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles