Ini Kolong Jembatan yang Jadi Tempat Membolos Pelajar Banjar

Sejumlah oknum pelajar putri tingkat SLTP yang ketahuan membolos di bawah jembatan kereta api Karangpucung, Desa Jajawar, Kec/Kota Banjar, tampak kaget dan bergegas akan meninggalkan lokasi saat melihat kedatangan warga. Photo: Hermanto/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah oknum pelajar di Kota Banjar yang berkeluyuran disaat jam pelajaran sekolah tampaknya semakin marak. Budaya bolos tersebut hingga saat ini belum mendapat tindakan preventif dari pihak sekolah, maupun instansi terkait di wilayah tersebut.

Berdasarkan pantauan HR di lapangan, ada beberapa tempat yang sering dijadikan para pelajar untuk kongkow saat jam belajar, diantaranya di kawasan Rest Area Banjar Atas (BA), tepatnya di belakang bangunan warung-warung yang ada di lokasi tersebut, di kolong Jembatan Langensari, kolong jembatan Karangpucung, serta di jalan Perkebunan Batulawang dan Perkebunan Mandalare.

Di tempat-tempat tersebut, para oknum pelajar ini biasanya secara berkelompok 4 sampai 7 orang. Selain bersenda gurau, mereka juga tampak begitu asyik merokok. Para oknum pelajar yang membolos itu tidak hanya dilakukan siswa laki-laki, tapi ada pula terlihat beberapa pelajar perempuan.

Seperti yang terlihat saat HR melakukan investigasi ke kolong jembatan kereta api yang ada di Dusun Karangpucung Kulon, Desa Jajawar, Kec/Kota Banjar, Rabu pekan lalu (03/09/2014), dimana ada sejumlah oknum pelajar yang sedang nongkrong di lokasi tersebut.

Bahkan, diantara mereka terlihat nongkrong sambil berpelukan antara oknum pelajar pria dan wanita. Namun, setelah melihat beberapa warga menghampirinya, mereka pun lari tunggang-langgang.

Menurut Erlin Susanti (30), warga setempat, mengatakan, aksi para oknum pelajar itu membuat warga merasa risih. Pasalnya, selain memakai seragam sekolah lengkap, mereka juga sering berpelukan hingga membuat warga merasa tidak nyaman.

“Saya risih banget melihat adanya para pelajar yang sering bolos sekolah nongkrong di kolong jembatan itu, bahkan diantara mereka kerap berpelukan,” kata Erlin.

Hal yang sama juga diungkapkan Burhanudin (56), warga lainnya. Menurut dia, biasanya para oknum pelajar terlihat nongkrong di kolong jembatan kereta pada pukul 10.00 WIB. Sebenarnya warga dan tokoh masyarakat setempat sering melakukan sweping terhadap mereka.

“Mereka berlari jika melihat warga datang. Tapi ada juga oknum pelajar yang terkesan santai dan cuek. Kami sebagai warga berharap Dinas Pendidikan ataupun instansi terkait lainnya untuk segera melakukan razia. Karena selama ini mereka terkesan dibiarkan,” ungkapnya kepada HR, Selasa (09/09/2014).

Di tempat terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjar, Yayan Herdiaman, SH., M.Si., berjanji, pihaknya akan segera melakukan razia terhadap pelajar-pelajar yang berkeluyuran pada saat jam pelajaran sekolah.

“Kami akan segera melakukan razia kepada para oknum pelajar yang membolos sekolah, dan ini sudah kami jadwalkan,” kata Yayan.

Sementara di lain tempat, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kota Banjar, Dahlan, SH., saat dihubungi HR melalui telepon selularnya untuk diminta tanggapan mengenai maraknya oknum pelajar yang keluyuran pada saat jam pelajaran sekolah, namun pejabat tersebut tidak menjawabnya. (Hermanto/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA