Kadisdik Banjar: Keterlambatan Buku Panduan Kurikulum 2013 Seluruh Indonesia

Foto : Ilustrasi

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Pelaksanaan penerapan Kurikulum 2013 di Kota Banjar masih menyisakan berbagai persoalan. Diantaranya, terlambatnya distribusi pengadaan buku panduan pelajaran dari pemerintah pusat, dan belum semua guru mendapatkan pelatihan Kurikulum 2013.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Banjar, Dahlan, kepada HR, usai membuka acara Ospek STAIMA Al-Azhar Citangkolo Kota Banjar, Jumat (29/08/2014).

“Masih ada buku panduan yang kurang, baik sebagai pegangan guru maupun siswa tingkat SD, SMP dan SMA. Termasuk masih ada beberapa guru yang belum diikutkan pelatihan. Masalah tersebut hampir sama dirasakan semua daerah di Indonesia,” katanya.

Dijelaskan dia, untuk pengadaan buku panduan pelajaran yang sudah dikirim ke Kota Banjar hingga saat ini baru diterima 70 persen, dan sisanya 30 persen belum diterima. “Tender pengadaan buku untuk Kurikulum 2013 itu, wewenang dan menjadi regulasi pemerintah pusat. Jadi tender tidak dilakukan di daerah,” ujarnya.

Dengan kendala yang ada di lapangan, kata Dahlan, maka pelaksanaan penerapannya harus mendapat perbaikan. Dimana pemerintah daerah melalui dinas terkait melakukan upaya atau langkah penanganan sementara waktu.

Sambil menunggu datangnya kiriman buku, langkah yang diambil pihaknya yakni dengan cara memberikan compact disc (CD) kepada pihak sekolah. CD tersebut bisa dijadikan pegangan bagi guru untuk memberikan pelajaran sesuai dengan Kurikulum 2013.

“Kami sudah memberikan CD buku itu kepada pihak sekolah. Jadi selanjutnya tergantung pihak sekolah untuk diperbanyak,” tukasnya.

Selain itu, Disdikpora juga terus berupaya memberikan pemahaman terkait penerapan Kurikulum 2013, yakni dengan menggelar beberapa kegiatan diklat kepada seluruh guru di lingkungannya sebanyak 150 orang lebih. Sedangkan sisanya yang akan diikutsertakan pelatihan jumlahnya sekitar 50 orang guru.

Dahlan juga menyebutkan, Kurikulum 2013 memiliki banyak perbedaan dari kurikulum sebelumnya. Jika yang terdahulu pengetahuan dinomorsatukan, maka pada Kurikulum 2013 ini mengedepankan membangun sikap dan karakter siswa.

“Guru dalam hal ini memiliki kedudukan sebagai pendamping, begitupun orang tua agar lebih memperhatikan dengan ikut membimbingnya sewaktu di rumah. Kita berharap, untuk pelaksanaan di Kota Banjar secara bertahap siswa mampu memahaminya, caranya dengan belajar lebih kreatif dan inisiatif,” harapnya. (Nanang S/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA