Kondisi Jembatan Cikacepit Pangandaran Kian Memprihatinkan

13/09/2014
Kondisi Jembatan Cikacepit Pangandaran Kian Memprihatinkan

Jembatan Cikacepit, di jalur kereta api Banjar- Pangandaran, di Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, kondisinya kian memprihatinkan. Bantalan rel sudah tidak ada yang tersisa akibat aksi pencurian. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Kalipucang, (harapanrakyat.com),-

Jembatan Cikacepit yang merupakan akses kereta api Banjar- Pangandaran, yang berada di Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Sejak jalur kereta api Banjar- Pangandaran dihentikan beroperasi pada sekitar tahun 1985, membuat jembatan tersebut tak terurus.

Dari pantauan HR di lokasi Jembatan Cikacepit, belum lama ini, tampak sudah tidak terlihat rel kereta api di sepanjang jembatan tersebut. Yang tersisa, hanya besi penyangga jembatan yang masih berdiri kokoh meski usianya sudah uzur.

Menurut keterangan warga sekitar, rel kereta api yang berada di sepanjang jembatan Cikacepit raib akibat tangan jahil manusia. Semenjak kereta api Banjar- Pangandaran tidak beroperasi, seolah jembatan itu sudah tidak bertuan. Akibatnya, marak pencurian besi rel kereta api oleh oknum-oknum tertentu.

Sesepuh Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Tatang Cimandala, mengatakan, Jembatan Cikacepit ini dibangun pada tahun 1811 oleh pemerintah kolonial Belanda. Selain membangun jembatan itu, pada waktu yang sama pun Belanda membangun dua terowongan kereta api di jalur Banjar- Pangandaran.

Menurut Tatang, Jembatan Cikacepit memiliki panjang sekitar 1250 meter dengan ketinggian dari bawah ke atas kurang lebih sekitar 100 meter. Jembatan Cikacepit ini merupakan jembatan kereta api terpanjang di Indonesia. “Kondisi jembatan ini semakin memprihatinkan setelah puluhan tahun jalur Kereta Api Banjar- Pangandaran tidak beroperasi,” katanya, Kamis (28/08/2014).

Sementara itu, Penjabat Bupati Pangandaran, Endjang Naffandy, saat memantau langsung Jembatan Cikacepit, Kamis (28/08/2014), tampak kaget ketika melihat kondisi jembatan yang sudah rusak. Menurut dia, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan PT KAI terkait rencana Pemprov Jabar yang memiliki gagasan akan mengaktifkan kembali kereta api jalur Banjar- Pangandaran.

“Saat pertemuan dengan PT. KAI, kami mengusulkan agar kereta api Banjar- Pangandaran didesain sebagai kereta api wisata. Selain itu, kami juga meminta agar PT KAI membuat jurusan kereta api Jakarta- Bandung- Pangandaran. Hal itu sebagai penunjang agar angka wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran meningkat,” pungkasnya. (Ntang/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles