Pemkab Pangandaran: Sulit Curang dengan Sistem Seleksi CPNS Online

Foto: Ilustrasi

Parigi, (harapanrakyat.com),-

Kabid Kepegawaian Setda Pemkab Pangandaran, Yayat Kiswayat, menegaskan, pada pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini siapapun sulit melakukan kecurangan. Pasalnya, dalam tata cara seleksi, saat ini memakai sistem online dengan menggunakan perangkat komputer.

“Dengan sistem online seperti sekarang ini sulit untuk melakukan kecurangan. Pasalnya, ketika testing CPNS berjalan, di luar ruangan test terdapat layar komputer yang menampilkan komputer masing-masing peserta saat mengisi ujian CPNS. Dengan begitu, apabila salah satu peserta tidak bisa menjawab soal, akan tampak jelas terlihat di layar tersebut,” katanya, kepada HR, Selasa (16/09/2014).

Menurut Yayat, pihaknya saat ini tengah melakukan pengadaan 100 komputer yang akan digunakan untuk seleksi CPNS. Komputer yang akan digunakan nanti, sudah memenuhi spesifikasi perangkat dan software sebagaimana yang ditentukan oleh Kemenpan RB.

Yayat menambahkan, dalam pelaksanaan testing CPNS, akan dibagi ke dalam beberapa kelompok. Satu kelompok peserta berjumlah 100 orang. Hal itu disesuaikan dengan jumlah perangkat komputer yang dimiliki Pemkab Pangandaran.

“Setelah keluar ruangan testing, para peserta akan melihat langsung hasil nilainya. Apabila nilai peserta melebihi passing grade yang ditentukan, berarti dia memiliki harapan lolos seleksi,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut Yayat, para peserta yang memiliki nilai melebihi passing grade, tidak sertamerta lulus seleksi. Karena harus bersaing lagi dengan peserta lain yang sama nilainya melebihi passing grade.

“Nanti nilainya akan diranking dan disesuaikan dengan kuota masing-masing formasi. Misalnya, untuk formasi A kuotanya 10, dengan begitu peserta yang lolos seleksi mereka yang urutan nilainya 10 besar. Tetapi dengan catatan si peserta itu nilainya melebihi passing grade,” ujarnya.

Menurut Yayat, dalam satu hari pelaksanaan testing akan diikuti oleh 500 peserta dengan pembagian 5 kelompok ujian testing. “Kalau jumlah 10 ribu peserta saja, berarti pelaksanaan test CPNS akan berlangsung selama 20 hari. Apalagi di Kabupaten Pangandaran yang pesertanya membludak seperti ini, dipastikan akan lebih dari 20 hari atau dimungkinkan satu bulan,” jelasnya.

Meski pelaksanaannya dilakukan berhari-hari, kata Yayat, namun soal yang diberikan kepada masing-masing peserta CPNS akan berbeda-beda. “ Jangankan beda hari testing, dalam satu ruangan pun berbeda soal. Artinya, peserta hari pertama dan berikutnya sama saja, tidak ada perbedaan,” pungkasnya. (Ntang/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA