Pj. Bupati, Perhutani dan Tokmas Bahas Kasus Pembalakan Liar di Pangandaran

Penjabat Bupati Pangandaran Dr. Drs. H. Endjang Naffandy M.Si, saat menggelar pertemuan dengan Perhutani dan Tokoh Masyarakat membahas kasus pembalakan liar yang belakangan marak terjadi di Pangandaran, Selasa (16/9/2014). Foto: Asep Kartiwa/HR

Parigi, (harapanrakyat.com),-

Pasca kasus pembalakan liar yang terjadi di kawasan hutan lindung seluas 300 hektar yang berada di blok Kalijaya Desa Selasari, Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, tepatnya di kawasan konservasi Cisaladah atau di antara Gunung Kendeng dan Gunung Porang di perbatasan Pangandaran dengan Ciamis, membuat Pemkab Pangandaran bersama KPH Ciamis dan para tokoh masyarakat serta unsur Muspika melakukan rapat koordinasi.

Rapat itu dilakukan untuk membahas penanganan hutan lindung yang sudah gundul akibat pembalakan liar tersebut. Rapat koordinasi itu bertempat di aula kantor Desa Karangbenda Kecamatan Parigi yang dipimpin langsung oleh Penjabat Bupati Pangandaran Dr. Drs. H. Endjang Naffandy MSi, Selasa (16/9/2014).

Endjang mengatakan, rapat ini digelar dalam rangka membahas penanganan gangguan keamanan di Kabupaten Pangandaran, terutama terkait pembalakan liar yang terjadi di wilayah Kabupaten Pangandaran.

“Terkait dengan hutan yang berada di gunung Porang dan gunung Kendeng yang sudah sangat memprihantikan kondisinya, yang mana hutan tersebut sebagai kawasan hutan lindung dan siapapun tidak bisa menguasai,” jelasnya.

Menurut Endjang, terkait permasalahan ini harus segera ditangani bersama-sama sehingga kedepannya sumber mata air yang ada di Pangandaran dapat terjaga kelangsunganya.”Karenannya mari kita cari solusi atau jalan keluar dalam mengatasi permasalahan ini,” jelas Endjang.

Endjang mengatakan, berdasarkan kesepakatan dengan masyarakat, maka Pemkab Pangandaran melalui Dinas Kelauatan, Pertanian dan Kehutanan (KPK) akan melakukan reboisasi. “ Kita akan tanami pohon multi guna, seperti pohon kemiri, picung, dan lainnya, sehingga hasilnya selain bisa sebagai penyerapan air, juga bisa dinikmati oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, ADM KPH Perhutani Ciamis, Ir. Bambang Jurianto MM, mengatakan, sejak tahun 1978 kawasan hutan tersebut sudah menjadi wilayah pengelolaan Perhutani.
“Kita mengelola hutan tersebut agar bermanfaat bagi semua, terutama menjaga kelestariannya,” jelasnya.

Menurut Bambang, Perhutani perlu banyak dukungan dari seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan tersebut. “Hutan lindung ini berguna untuk mengatur tata air dan menumbuhkan kesuburan tanah,” tutupnya. (Mad/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA