PWI Sesalkan Tindakan Kepala BMPPT Kota Banjar

Ketua PWI Ciamis-Banjar, Anjar Asmara SH

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Terkait tindakan kasar dan kurang menyenangkan kepada wartawan Koran Harapan Rakyat, Nanang Supendi SE., saat melakukan tugas jurnalistik, oleh Kepala BMPPT Kota Banjar, Drs. Ade Setiana M.Pd., Ketua PWI Ciamis-Banjar, Anjar Asmara SH., menyesalkan tindakan tersebut, dan meminta pihak terkait mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Sesuai dengan Undang-undang tentang Pers tahun 1999, pasal 4 telah jelas disebutkan untuk menjamin kemerdekaan Pers. Pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi,” tegas Anjar saat dihubungi HR via telepon seluler, Selasa, (23/09/2014).

Jadi, lanjut Anjar, berdasarkan UU Pers tersebut setiap kegiatan jurnalistik yang dilakukan insan Pers itu sangat dilindungi oleh perundang-undangan. “Mengkonfirmasi pemberitaan itu justru yang betul, karena telah sesuai dengan UU Pers. Jadi, kalau dikonfirmasi malah jadi memarahi itu justru yang kita pertanyakan,” tandasnya.

Seharusnya, kata Anjar, saat jurnalis menjalankan profesinya dengan melakukan konfirmasi terkait pemberitaan, narasumber yang terkait harus melayani dengan baik. Hal itu sesuai dengan UU Pers. Sebab fungsi Pers sesuai UU Pers jelas harus melakukan pengawasan, kritik, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.

“Apalagi ini konteksnya mengkonfirmasi keluhan masyarakat di Langensari yang mempertanyakan kenapa telah berdiri mini market baru, sementara sebelumnya masyarakat mengetahui bahwa Pemkot Banjar telah mengeluarkan moratorium toko modern,” ujarnya.

“Justru bila insan Pers dalam melakukan kegiatan jurnalistik tanpa melakukan cek and balancing, atau dengan kata lain tidak melakukan konfirmasi, Itu baru tindakan yang salah dari seorang jurnalis dalam melaksanakan kegiatan jurnalistik. Ini malah aneh, mengkonfirmasi ko malah dimarahi,” tegasnya.

Atas kejadian tersebut, Anjar akan melayangkan surat kepada pihak terkait, dan akan menindaklanjuti peristiwa tersebut sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Bila dibiarkan akan berefek negative terhadap kegiatan jurnalistik para jurnalis di Kota Banjar. Sekarang kalau dibiarkan, besok-besok bisa jadi setiap jurnalis dimarahi kalau konfirmasi, atau bahkan tidak menutup kemungkinan terjadi tindak kekerasan lain terhadap jurnalis,” ucapnya.

Untuk itu, Anjar meminta dengan tegas, kepada seluruh komponen untuk tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap jurnalistik. “Sudah saatnya Stop segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis. Bila itu terjadi, kami PWI siap menghadapinya,” tukasnya. (SBH/Koran-HR)

 Berita Terkait:

Dikonfirmasi Mini Market, Kepala BPMPPT Kota Banjar Marah & Gebrak Meja!

Ormas Pertanyakan IUTM Mini Market di Langensari Banjar

KOMENTAR ANDA