Sambil Sekolah, Siswi Nyambi Jualan Tahu

Imas Siti Rostika (16), seorang siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Banjar, Jawa Barat, berjualan tahun bulat di sekolahnya saat jam istirahat. Photo: Hermanto/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, Imas Siti Rostika (16), seorang siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Banjar, Jawa Barat, selain belajar, ia pun memiliki pekerjaan sampingan yakni jualan tahu bulat di sekolah.

Hal ini sudah dilakukannya sejak masih duduk di bangku kelas 6 SD. Selain tahu bulat, siswi Kelas X jurusan Matematika Ilmu Alam (MIA) ini juga menjual tahu yang berisi daging, atau dikenal dengan sebutan tahu joging.

Setiap pergi ke sekolah, ia selalu membawa box dagangannya ke kelas untuk dijual saat jam istirahat. Anak kedua dari 6 bersaudara ini rela berjualan sambil belajar demi meringankan beban orang tua mencukupi kebutuhan sekolahnya.

“Dalam sehari saya hanya mendapat untung sekitar lima belas ribu sampai dua puluh ribu rupiah. Uang itu saya sisihkan untuk biaya pembelian LKS dan perlengkapan sekolah, sehingga saya tidak perlu meminta kepada orang tua,” tutur Imas, kepada HR Online, Rabu (10/09/2014).

Di mata Ina Rosmalina, guru MAN Banjar sekaligus wali kelasnya, Imas dikenal sebagai siswi yang rajin dan pintar. Pihak sekolah pun tidak melarang Imas untuk berjualan selagi tidak mengganggu kegiatan belajar.

Bahkan, para guru bersimpati terhadap anak didiknya yang bersikap mandiri demi meringankan beban orangtuanya yang tergolong tidak mampu. Pihak sekolah pun memberikan bantuan untuk siswa miskin dari pemerintah kepada Imas.

Menurut Ina, sikap kemandirian Imas mendapat acungan jempol dari teman-teman sebayanya dan para guru. Tak jarang guru dan siswa MAN Banjar membeli tahu bulat dan tahu joging yang dijual Imas.

“Ia rela berjualan untuk membantu usaha orangtuanya dan membantu biaya keempat adiknya yang masih kecil. Meski hidup sederhana, namun cita-cita Imas itu cukup tinggi, dia ingin menjadi seorang dokter umum,” kata Ina.

Jiwa kemandirian Imas yang tanpa gengsi selayaknya dapat menjadi contoh dan motivasi bagi generasi muda saat ini. Dengan hasil kerja kerasnya Imas berharap dapat menggapai cita-citanya, serta menjadi kebanggaan keluarga. (Hermanto/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar