Satpol PP Banjar Akan Giatkan Kembali Razia Kamar Kost

13/09/2014
Satpol PP Banjar Akan Giatkan Kembali Razia Kamar Kost

Kepala Satpol PP Kota Banjar, Yayan Herdiaman, SH., M.Si.

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjar merespon positif dengan adanya permintaan dari sejumlah kalangan agar pihaknya menggiatkan kembali razia kamar kost-kostan. Seperti yang diberitakan HR edisi sebelumnya

Kepala Satpol PP Kota Banjar, Yayan Herdiaman, SH., M.Si., mengatakan, pihaknya memang sudah meng-agendakan untuk melakukan kegitan razia kost-kostan. Namun, giat tersebut belum bisa dilaksanakan dalam minggu-minggu ini.

“Untuk razia kost-kostan memang kami sudah ada rencana ke arah situ. Tapi sekarang ini kami akan melakukan penertiban dulu terhadap gepeng, anak sekolah dan sejumlah toko yang menyimpan barang dagangannya di trotoar,” kata Yayan, kepada HR, Selasa (09/09/2014).

Lanjut dia, sebelumnya razia tersebut bukan hanya dilakukan oleh pihak Satpol PP saja, namun juga melibatkan petugas kepolisian, baik dari Polsek maupun Polres. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Namun, pada pelaksanaannya di lapangan itu tergantung kondisinya, apakah perlu melibatkan pihak kepolisian atau tidak. “Kalau razia kost-kostan yang pernah dilakukan dengan pihak kepolisian beberapa waktu lalu, itu issunya masalah teroris,” ujarnya.

Yayan menambahkan, memang saat ini kamar kost disinyalir jadi tempat alternatif yang dianggap paling aman untuk melakukan aktifitas negatif oleh sebagian penghuninya. Ada kemungkinan hal itu akibat dampak dari seringnya razia ke hotel-hotel kelas melati.

“Dan yang pasti kami memang sudah menjadwalkan untuk melakukan razia ke kamar kost-kostan. Mengenai kapan waktunya, nanti kami informasikan supaya kita bisa sama-sama terjun ke lapangan,” kata Yayan.

Pengelola Kostan Harus Laporkan Identitas Penghuni

Sementara di tempat terpisah, Ketua RW.19, Lingkungan Sumanding Kulon, Kelurahan Mekarsari, Kec/Kota Banjar, Yudi Pramudia, mengatakan, terkait dengan photo sebuah bangunan kamar kost-kostan yang tertera dalam pemberitaan HR edisi 385, bahwa tempat tersebut sudah lama kosong.

“Malah ketika masih ada penghuninya, pengelola tempat kost tersebut suka melaporkan kepada RT setempat. Tapi kalau di daerah lain saya tidak tahu,” ujarnya, kepada HR, Selasa (09/09/2014).

Namun, dirinya sebagai Ketua RW juga membenarkan, bahwa memang seharusnya pemilik maupun pihak pengelola kost-kostan melaporkan setiap identitas penghuni kepada lingkungan RT dan RW setempat. Sehingga, jika sampai terjadi apa-apa maka RT/RW setempat bisa mengetahuinya. (Eva/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles