Soal Kamar Kost, DPRD Banjar Minta Kerja Satpol PP Harus Maksimal

Foto: Ilustrasi

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Terkait dengan pengawasan terhadap aktifitas penghuni kamar kost, khususnya yang dilakukan oleh kalangan remaja, Anggota DPRD Kota Banjar, Gun Gun, menilai, bahwa di satu sisi tempat kost mendatangkan pendapatan bagi pengelolanya, namun di sisi lain harus ada pengawasan dari pemerintah.

“Kalau secara pribadi, siswa dari daerah yang jauh lebih baik tinggalnya di pondok pesantren. Paling tidak di pesantren ada yang memantau dan mengawasi. Sementera kalau di tempat kost siapa yang peduli. Kadang pemilik kostnya juga tidak memperhatikan,” katanya, kepada HR, Senin (15/09/2014).

Untuk itu, dirinya berharap ada upaya dari pemerintah mendorong pengawasan melalui polisi syariah, dimana polisi tersebut tugasnya memantau dan mengawasi suatu prilaku pribadi maupun kelompok, serta tempat-tempat yang dianggap dapat melanggar kaidah-kaidah agama.

Jadi, bukan hanya memantau pada permasalahan pergaulan seks bebas saja, tapi juga terhadap para pelajar yang berkeliaran di tempat umum di luar jam sekolah. Menurut Gun Gun, memang tidak mudah membentuk polisi syariah, sebab harus ada landasan. Namun, UU yang ada bisa dijadikan pijakan atau landasan, karena sudah menjadi kewajiban pemerintah melindungi masyarakatnya.

“Polisi syariah hanya sebuah istilah saja. Jika akan dibuat harus ada aturan jelas. Saya berfikir kalau memang bisa efektif dan berdampak positif, kenapa tidak kita buat. Kalau dibuat resikonya berefek pada anggaran,” ujarnya.

Ketika disinggung apakah pendapatnya itu akan disampaikan dalam forum dewan atau dimasukan dalam Prolegda, namun Gun Gun menjawab bahwa dirinya belum melangkah sejauh itu, karena perlu pembahasan secara internal yang diatur dalam kode etik. “Perlu adanya masukan dari pakar hukum dan kalangan akademisi,” ujarnya.

Menurut Gun Gun, munculnya pemikiran itu berawal adanya polisi syariah di Provinsi Aceh. Tapi, kalau memang keberadaan Satpol PP dianggap sudah cukup, maka kinerja institusi tersebut tinggal dimaksimalkan. “Saya melihat bedanya dengan Satpol PP itu hanya difungsinya saja,” pungkasnya. .(Nanks/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar