Soal Kasus Video Bugil Oknum Pelajar Banjar, Ini Tanggapan MUI

Ketua MUI Kota Banjar, KH. Ridwan Mansyur

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Seiring dengan kemajuan tekhnologi, fenomena kehidupan bebas masyarakat semakin tumbuh cepat. Hal ini terjadi dengan banyak bermunculan tentang gaya hidup bebas para generasi muda, dan ini menjadi bukti bahwa masyarakat kita tengah berada pada kondisi shock culture atau sebuah kekagetan budaya.

Fenomena seperti perzinahan, kumpul kebo, serta perbuatan negatif lainnya, dengan sengaja didokumentasikan dalam gambar digital ataupun dalam bentuk video hingga sampai disebarluaskan melalui dunia maya. [Baca: Video Bugil Beredar, Diduga Oknum Pelajar Banjar]

Dampak pergaulan bebas di era modern tidak hanya berdampak pada individu yang bersangkutan, tapi secara langsung atau tidak langsung berdampak juga kepada masyarakat dan lingkungan sekitar.

Selain itu, pergaulan bebas di kalangan pelajar pun mempunyai dampak yang sangat negatif, dan bahkan dapat menghancurkan masa depan remaja yang tergabung di dalamnya. Seperti contoh kasus video bugil yang diduga dilakukan seorang oknum pelajar di Kota Banjar beberapa waktu lalu, yang kini masih hangat menjadi topik perbincangan masyarakat.

Hal tersebut menjadi fenomena sosial yang sangat memprihatinkan, dan ini terjadi karena pergeseran nilai-nilai moral yang disebabkan oleh banyak faktor.

Ketua MUI Kota Banjar, KH. Ridwan Mansyur, Selasa (26/08/2014), mengatakan, dengan adanya video bugil yang diduga dilakukan oknum pelajar itu, dirinya merasa sedih dan prihatin. Perbuatan tersebut sungguh tidak baik, namun semua itu masih bisa diperbaiki untuk anak tersebut.

Menurutnya, ada dua kemungkinan si anak melakukan hal itu. Pertama, karena ketidaktahuan bahwa hal itu dilarang, dan yang kedua, dia tidak memiliki bintik-bintik akhlak yang baik.

“Hal ini sudah menunjukkan bahwa akhlak dan moral para generasi muda sudah rusak, sehingga mereka lebih menggandrungi budaya-budaya barat, hingga akhirnya remaja yang melakukan perbuatan tersebut sudah tidak mempunyai rasa malu. Namun, dibalik semua itu akhlak remaja ini masih sangat bisa untuk diperbaiki,” tuturnya.

Lanjut Ridwan, menurut agama perbuatan seperti itu adalah haram hukumnya, dan ini menjadi suatu bukti bahwa sistem pendidikan telah gagal dalam mendidik siswanya untuk membentuk peserta didik yang berakhlak baik.

Ridwan juga menghimbau agar para guru di sekolah jangan malu untuk selalu berknsultasi dengan para ustadz atau ulama. Tujuannya supaya guru bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat serta orang tua siswa, agar dapat membentengi dengan ajaran-ajaran Islam. Sehingga, si anak tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.

“Peran orang tua pun sangatlah penting. Orang tua harus lebih jeli dalam melakukan pengawasan terhadap anak di lingkungan sekitar, sehingga si anak tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang negative,” kata Ridwan.

Satpol PP akan Rutin Razia ke Sekolah

Kepala Satpol PP Kota Banjar, Yayan Herdiaman, mengaku, bahwa pihaknya akan terus melakukan gerakan razia handphone ke setiap sekolah, dan itu sudah menjadi agenda rutin seiring dengan menyebarnya video bugil tersebut.

“Razia digelar sebagai bentuk upaya pembinaan mental kepada siswa dan siswi sekolah yang ada di Kota Banjar. Karena, video-video porno yang ada di handphone pelajar akibatnya akan berdampak buruk bagi pengembangan akhlak mereka sendiri. Kami berharap, semua handphone pelajar harus bersih dari konten-konten yang berbau porno” kata Yayan. (Hermanto/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar