Tempat “Mojok”, Jl. Karang Taruna Banjar Harus Dipasang PJU

Jalan Karang Taruna merupakan jalur penghubung antara wilayah Kelurahan Banjar dengan Desa Balokang. Bila malam hari di lokasi ini terlihat gelap-gulita akibat tidak ada fasilitas lampu PJU.

Foto: Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Bila malam hari, Jl. Karang Taruna yang merupakan jalur penghubung antara wilayah Kelurahan Banjar dengan Desa Balokang, Kec/Kota Banjar, terlihat gelap-gulita akibat tidak adanya fasilitas lampu penerang jalan umum (PJU).

Kondisi tersebut selain dapat membahayakan para pengguna jalan, juga kerap dijadikan tempat mojok oleh sejumlah pasangan muda-mudi, tepatnya di lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk.

Seperti dikatakan Suherlan (46), salah seorang warga Balokang, kepada HR, Jum’at (29/08/2014). Menurutnya, hampir setiap malam Minggu terlihat ada saja pasangan anak muda yang sedang mojok di bagian jalan yang gelap.

“Bagian jalan yang gelap itu lokasinya kan jauh dari rumah penduduk, sehingga tidak ada pencahayaan sedikitpun. Kondisi jalan yang gelap dimanfaatkan oleh sejumlah pasangan anak muda untuk berpacaran. Mungkin kalau dipasang lampu PJU hal seperti itu bisa diminimalisir,” tutur Suherlan.

Pendapat serupa diungkapkan Herdiana (41), warga lainnya yang biasa melewati jalan tersebut saat malam hari. Dia mengatakan, Jl. Karang Taruna termasuk jalan hidup karena selama ini banyak dilalui kendaraan, baik dari arah Balokang maupun sebaliknya.

“Menurut saya sangat perlu dipasang lampu PJU, sebab dari pagi sampai malam banyak kendaraan yang melalui jalan ini, terutama sepeda motor. Karena memang lebih dekat kalau lewat sini, terlebih sekarang kan jalannya sudah bagus,” ujarnya.

Selain dianggap rawan terjadi kecelakaan, kata Herdiana, kondisi jalan yang gelap juga dapat memicu tindak kejahatan. Untuk itu, dirinya atas nama warga sekaligus pengguna jalan berharap kepada pihak pemerintah agar bisa memfasilitasi lampu penerangan di jalan tersebut. (Eva L/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA