Akibat IPAL Tak Difungsikan, RSUD Ciamis Harus Keluarkan Rp. 200 juta/Tahun

Foto: Ilustrasi IPAL

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Meski sudah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) medis sendiri, namun RSUD Ciamis masih harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp 200 juta untuk pengolahan limbah medis yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Pasalnya, setelah keberadaan IPAL yang berada di belakang RSUD mendapat protes dari warga sekitar, pihak manajemen RSUD kemudian menghentikan pengoprasian alat tersebut.

Menurut Kepala RSUD Ciamis, dr. Aceng Solahudin, sejak tahun 2012 lalu RSUD Ciamis sudah memiliki IPAL yang merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan. Namun begitu, IPAL yang ada tidak bisa dipergunakan, karena asap dari pengolahan limbah medis dianggap mencemari udara oleh warga sekitar.

“Akhirnya, kami bekerjasama dengan pihak ketiga. Soalnya, warga kerap melayangkan keberatan kepada pihak kami karena asap dari hasil pengolahan limbah itu dianggap mencemari udara melalui cerobong asap,” ujarnya, Selasa (30/09/2014).

Padahal, menurut Enceng, saat pembangunan IPAL medis, pihaknya sudah mendapat rekomendasi dari BPLH Kabupaten Ciamis. “Tempat pengoperasian IPAL pun berada di belakang instalasi pemulasaran jenazah. Lokasinya sebenarnya cukup jauh dari pemukiman. Namun, tetap saja dianggap mencemari udara yang bersumber dari asap,” ujarnya.

Dengan kondisi ini, lanjut Aceng, pihaknya akan segera mengkoordinasikan kembali dengan Pemkab Ciamis. “Akibat persoalan ini, membuat kami harus mengeluarkan biaya untuk pengolahan limbah medis sekitar Rp. 200 juta per tahun atau di kisaran Rp 15 juta perbulan yang dibayarkan kepada pihak rekanan,” katanya.

Untuk menghemat pengeluaran, Aceng pun berinisiatif untuk mengoperasikan kembali IPAL milik RSUD. Namun, lokasi pengolahannya harus dipindahkan terlebih dahulu ke tempat yang jauh dari pemukiman warga. “ Artinya, kita harus mengajukan permohonan lahan ke Pemkab Ciamis untuk lokasi pengolahan limbah tersebut,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Bupati Ciamis, Iing Syam Arifin, mengungkapkan, pihaknya sudah mendapat keluhan dari manajemen RSUD Ciamis terkait tidak beroperasinya IPAL medis menyusul adanya protes dari warga sekitar.

Untuk mengatasi hal itu, kata Iing, pihaknya sudah menyediakan lahan baru di
Bojongmengger, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, untuk tempat pengolahan limbah medis tersebut. Menurutnya, dipilihnya tempat tersebut didasari dari ijin pengoperasian tempat, termasuk ijin instalasi pengolahan limbah sudah dikantongi Pemkab.

“Memang pada dasarnya pengolahan limbah medis itu harus dikelola oleh rumah sakit. Di samping itu, alat pengolahan limbahnya pun sudah ada, namun tidak dipergunakan. Karenanya, kita mengambil solusi untuk memindahkan lokasi pengolahan limbah agar alat tersebut tidak mubazir,” ungkapnya. (Deni/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA