Galian C di Langensari Kota Banjar Banyak yang Beroperasi Ilegal?

Galian C di Langensari Kota Banjar Banyak yang Beroperasi Ilegal?

Lokasi galian C yang berada di kawasan Dusun Sukahurip, RT.03, RW.05, Desa/Kec. Langensari, Kota Banjar. Foto: Nanang Supendi/HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Lokasi galian C berupa tanah urug di kawasan Dusun Sukahurip, RT.03, RW.05, Desa/Kec. Langensari, Kota Banjar, merupakan salah satu lokasi usaha galian tanah yang selama ini beroperasi tanpa izin atau illegal.

Kepala Desa Langensari, Yanti, mengatakan, penggalian tanah tebing di daerah tersebut tidak mengantongi izin apapun. “Lokasi galian tanah tebing itu milik pribadi dan tidak memiliki izin usaha,” katanya, kepada HR, Minggu (28/09/2014).

Menurut Yanti, proyek penggalian di areal tersebut hanya sebatas perataan tanah saja, tidak ada aktivitas lain. Ketika disinggung kenapa tanahnya dijual kepada yang membutuhkan untuk pengurugan, dia mengaku tidak mengetahuinya.

“Yang jelas, selama saya menjadi kades, tidak ada izin usaha yang diajukan ke pemerintah desa oleh pemilik atau pengelolanya. Selain itu, kami juga belum pernah mengeluarkan izin sebagai salah satu syarat pengurusan izin usaha galian tanah atau galian C,” tandas Yanti.

Sekretaris Desa Langensari, Dadang, menambahkan, bahwa penambangan galian C di wilayahnya belum ada yang terdaftar di kantor desa. Hal itu berdasarkan data yang dimiliki oleh pihaknya.

Selain banyaknya penambang galian C di wilayah Kec. Langensari yang tidak mengantongi izin, diharapkan pemerintah kota bisa bersinergi dengan pihak aparat desa, sehingga intansi terkait dapat memantau dan melaksanakan sosialisasi pada para pengusaha galian C mengenai pentingnya memiliki izin usaha galian. “Ini kalau didorong tentu akan menghasilkan PAD,” harap Dadang.

Pendapat serupa dikatakan Kades Rejasari, Nanang Sunarya. Menurut dia, semua galian C berupa pasir seperti di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citanduy yang ada di wilayah Desa Rejasari juga tidak memiliki izin.

“Padahal saya tidak kurang-kurang menyampaikan kepada pengusaha galian supaya memiliki izin usaha. Malahan kami pun sudah menyerahkan blanko isian permohonan izin,” ujarnya.

Selain upaya dari pemerintah desa, kata Nanang, seharusnya Bidang Pertambangan dan Energi (Tamben) Dinas PU Kota Banjar, turun ke lapangan untuk menjemput sekaligus menertibkan lokasi usaha galian tersebut.

Seperti diketahui sebelumnya, seorang pekerja tewas tertimbun longsoran tanah tebing yang sedang digali di Dusun Sukahurip, RT.03, RW.05, Desa/Kec. Langensari, pada Minggu Siang (21/09/2014).

Peristiwa naas itu menimpa Jupri (42), salah seorang pekerja yang juga warga Dusun Sindanggalih, RT.05, RW.06, Desa Rejasari, Kec. Langensari, Kota Banjar. Jupri diketahui tewas setelah tertimbun longsoran tanah. (Nanks/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles