Warga Cipaku Ciamis Waspadai Ragam Modus Penipuan

Ilustrasi/ Net

Cipaku, (harapanrakyat.com),-

Warga Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kini harus lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan seperti penipuan. Pasalnya, pada hari Minggu (2/11/2014), Amay, seorang pemilik warung kopi, di depan Balai Desa Ciakar, nyaris menjadi korban penipuan dua orang pemuda yang mengaku-ngaku sebagai sales perusahaan minuman kemasan botol terkemuka.     

Ketika ditemui HR, Amay menceritakan, kedua pemuda yang tidak dikenal dan berpura-pura sebagai sales perusahaan minuman kemasan botol itu, menawarkan paket promosi fasilitas produk lemari pendingin (freezer) dengan syarat pemilik warung menyiapkan sejumlah uang dengan nilai tertentu.

Lebih lanjut, Amay mengungkapkan, kedua oknum sales itu memberikan tawaran, apabila pemilik warung ingin mendapat lemari pendingin (freezer), pemilik warung harus disyaratkan untuk membeli sebanyak 6 krat minuman botol tersebut dan menyiapkan uang sebesar Rp. 300 ribu.

Amay awalnya tergiur penawaran kedua oknum sales itu lantaran paket promo tersebut cukup terbilang murah. Apalagi yang Amay ketahui, harga freezer saat ini sangat mahal. Namun sebelum memutuskan untuk menerima paket promo itu, Amay meminta waktu kepada kedua sales tersebut untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada suaminya melalui telepon seluler.

Seusai Amay menelpon suaminya, oknum sales minuman tersebut kemudian menanyakan tentang pekerjaan yang dilakoni suami Amay. Ketika Amay menjawab bahwa suaminya bekerja di sebuah media masa, kedua oknum sales itu terlihat cemas, dan tanpa basa-basi keduanya meninggalkan Amay.

Senada dengan itu, Yaya, suami Amay, begitu mendengar penawaran paket promo lemari pendingin dari perusahaan minuman itupun ,langsung tergiur. Bahkan, ketika istrinya menelepon diapun bergegas pulang. Tapi setibanya di warung miliknya, Yaya sudah tidak lagi mendapati kedua oknum sales perusahaan minuman kemasan botol tersebut.

Seorang warga Dusun Desakulon Desa Ciakar, yang namanya enggan dikorankan, mengungkapkan, bahwa beberapa hari lalu di lingkungannya digelar pemeriksaan mata gratis. Bagi yang membutuhkan obat, warga bisa membelinya dengan harga yang dipatok sebesar Rp. 100 ribu perbotol.

Anehnya, menurut keterangan pelaku pengobatan, obat mata itu juga dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit lainnya. “Apa mungkin obat mata bisa mengobati rematik dan yang lainnya, apalagi tidak ada petugas kesehatan setempat yang mendampingi,” katanya. (dji/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar