Diduga dari Hasil Korupsi, Kejari Sita Aset Milik Tersangka Kasus KPUD Banjar

Diduga dari Hasil Korupsi, Kejari Sita Aset Milik Tersangka Kasus KPUD Banjar

Petugas Kejaksaan Negeri Kota Banjar, saat menyegel rumah milik NR (Mantan Ketua KPUD Banjar) di Perum Balokang Permai, Desa Balokang, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Kamis (12/2/2015). Foto: Hermanto/HR

Diduga dari Hasil Korupsi, Kejari Sita Aset Milik Tersangka Kasus KPUD Banjar

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Diduga diperoleh dari hasil korupsi, aset kekayaan milik dua tersangka kasus dugaan korupsi di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Banjar, disita oleh Kejaksaan Negeri Banjar, Kamis (12/2/2015), sekitar pukul 11.00 WIB. Kedua aset tersebut berupa kolam ikan milik Mus (Sekretaris KPUD Banjar) dan rumah milik NR (Mantan Ketua KPUD Banjar).

Penyegelan yang dipimpin langsung oleh Kasi Pidsus Kejari Kota Banjar, Andrian Paromay ini, sempat membuat kaget warga sekitar Perum Balokang Permai, Desa Balokang, Kecamatan Banjar, Kota Banjar. Dalam penyegelan tersebut, Kejari yang didampingi ketua RT dan RW setempat, menyegel sebuah rumah tipe 36 milik NR. Pada pintu rumah NR itu dipasang stiker bertuliskan “Disegel”.

Setelah dari Balokang, selanjutnya petugas meluncur ke Lingkungan Siluman, Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Di sana tim Tipikor Kejari kembali menyusuri pematang menuju kolam ikan seluas 800 meter persegi yang dipasang jaring strimin  milik Mus. Di sini pun petugas kembali memasang stiker “disegel” dan memasang sebuah pita garis pengaman berwarna merah putih bertuliskan Kejaksaan RI.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Banjar, Andrian Paromay, mengatakan, kedua aset milik tersangka NR dan Mus yang disita diduga dibeli dari uang hasil korupsi.

Andrian menambahkan, penyegelan tersebut adalah terkait dengan dugaan korupsi di KPUD Kota Banjar. Hal ini khususnya dalam tiga pemilihan yaitu Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Banjar, Pemilihan Legislatif, dan Pemilihan Presiden. Dalam hal ini negara mengalami kerugian hingga mencapai Rp 1,7 miliar.

“Kami masih melakukan perhitungan untuk lebih memastikan berapa besar kerugian negara pada kasus ini. Sebelumnya, diperkirakan kerugian negara sebesar Rp. 2 milyar. Namun, setelah dihitung ulang, ternyata kerugiannya sebesar Rp. 1,7 milyar,,”ungkapnya.

Mengenai tersangka lainnya, yakni berinisial S, Andrian mengatakan, S belum ditahan, karena bendahara KPUD Kota Banjar itu baru beberapa bulan melahirkan. “Ny. S belum lama melahirkan. Jadi, dia sangat dibutuhkan oleh anaknya,”katanya. (Hermanto/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles