Dinkes Turun Tangan, Daerah Endemi Cikungunya di Ciamis Ini Difogging

Petugas dari Dinas Kesehatan Ciamis saat melakukan fogging di Dusun Neglasari, Desa Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jum’at (06/03/2015) siang. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Dinkes Turun Tangan, Daerah Endemi Cikungunya di Ciamis Ini Difogging

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Setelah wilayah Dusun Neglasari, Desa Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, dinyatakan endemi penyebaran penyakit cikungunya menyusul 90 persen warga setempat mengalami demam yang disebabkan alphavirus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypt, Dinas Kesehatan Ciamis akhirnya melakukan tindakan dengan melakukan pengasapan atau fogging ke seluruh rumah warga di daerah tersebut, Jum’at (06/03/2015) siang.

Camat Banjarsari, Drs. Nandang, mengatakan, setelah hampir 90 persen warga Dusun Neglasari mengalami sakit dengan gejala yang sama, akhirnya Dinas Kesehatan menyatakan daerah tersebut endemi penyebaran cikungunya. [Baca juga: Di Ciamis, Warga Satu Kampung Terserang Penyakit Cikungunya]

“Langkah penanggulan penyebaran penyakit ini salah satunya dengan cara pengasapan guna membunuh jentik-jentik nyamuk yang menjadi penyebab penyakit tersebut mewabah,” katanya, di sela-sela kegiatan pengasapan.

Di tempat yang sama, Kepala Dusun Neglasari, Hidayat, berharap dengan dilakukannya tindakan pengasapan ke seluruh rumah warga, bisa menjadi solusi agar penyebaran penyakit cikungunya di daerahnya tidak semakin meluas.

“Sebelumnya kita was-was karena penyakit ini terus mewabah hampir ke seluruh penduduk di daerah Neglasari ini. mudah-mudahan dengan dilakukan tindakan ini bisa menghentikan penyebaran yang lebih luas,” katanya.

Sementara itu, Rojak, warga RT 7/RW 02 Dusun Neglasari, mengaku dirinya sebagai salah satu korban penyebaran penyakit wabah cikungunya. Menurutnya, saat terkena penyakit tersebut, sekujur tubuhnya mengalami demam dan tulang serta tubuh terasa linu juga kaku.

“Setelah saya berobat dan sembuh, ternyata penyakit yang sama juga diderita anak saya. Dan tetangga saya pun mengalami keluhan serupa,” katanya.

Rojak pun berharap setelah dilakukan pengasapan penyebaran wabah penyakit cikungunya bisa mereda dan tidak lagi menjadi momok yang menakutkan bagi warga di daerahnya. (Ntang/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar