HIMPAUDI Rancah Ciamis Perkenalkan Anak Permainan Tradisional

Kegiatan perlombaan permainan tradisional yang diselenggarkan HIMAPUDI Kecamatan Rancah, minggu lalu. Photo : Heri Herdianto/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Himpunan Pendidika Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menggelar kegiatan perlombaan permainan tradisional bagi kalangan anak-anak usia dini, beberapa waktu lalu. Kegiatan itu sengaja digelar dalam rangka memperkenalkan permainan tradisional kepada anak sejak dini.  

paud tradisional (2)

Ketua PC HIMPAUDI Rancah, Rasdianto, S.Pd, ketika ditemui Koran HR, Senin (09/03/2015) lalu, mengungkapkan bahwa beberapa permainan tradisional khas sunda saat ini mulai terancam punah seiring berkembangnya permainan yang berbasiskan teknologi modern. Dan untuk mengantisipasi hal itu, HIMPAUDI sengaja memperkenalkan permainan tradisional tersebut melalui perlombaan.

Rasdianto menuturkan, generasi muda sekarang cenderung melupakan permainan tradisional, termasuk permainan tradisional lokal. Padahal, permainan tersebut tidak kalah menariknya dengan permainan modern. Misalnya, oray-orayan, jujungkungan, sapintrong, pecle, bakiak batok, bakiak kayu, sered upih dan lain sebagainya.

“Permaianan itu sangat mudah memainkannya. Walaupun sederhana, tetapi menyenangkan,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Dian Diarto, S.Pd., Senin (09/03/2015), menilai bahwa orangtua masa kini sangat jarang memperkenalkan permainan tradisional kepada anak-anak mereka. Mereka juga menganggap bahwa permainan tradisional merupakan permainan kuno yang ketinggalan jaman. Sebagain diantara orangtua juga merasa gengsi untuk memperkenalkan permainan tradisional. Alhasil, mayoritas remaja masa kini sama sekali tidak mengenal permainan tradisional.

Dian mengungkapkan, permainan tradisionl sudah ada sejak jaman nenek moyang. Permainan itu tercipta oleh sekelompok anak-anak tanpa mengenal status ekonomi. Permainan tradisional juga memiliki pesan yang mendidik, diantaranya kebersamaan dan persaingan sehat.

“Ini dapat membentuk jiwa seorang anak untuk lebih menyatu dengan teman tanpa ada perbedaan,” katanya. (heri/Koran-HR)