Sengkarut Raskin Buruk, HKTI Banjar Datangi Gudang Bulog

Sengkarut Raskin Buruk, HKTI Banjar Datangi Gudang Bulog

Ketua HKTI Kota Banjar, Kusnadi, saat berdialog dengan Kepala Gudang Bulog Kota Banjar Sub Divre Ciamis, Putra Pranata, terkait penyaluran beras miskin (raskin) berkualitas buruk dalam dua bulan terakhir ini. Photo: Hermanto/HR.

Ketua HKTI Kota Banjar berdialog dengan pihak gudang Bulog

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Akibat kualitas beras miskin (raskin) yang disalurkan pada bulan Februari-Maret 2015 ke masyarakat sangat buruk, kantor Gudang Bulog Kota Banjar Sub Divre Ciamis, di Jl. Dr. Husein Kartasasmita, didatangi Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Banjar, dan sejumlah aktivis dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar, Selasa (17/03/2015).

Meski kedatangan dua organisasi tersebut tidak dalam waktu yang bersamaan, namun tujuan keduanya mempertanyakan, dan menyampaikan kritikan terkait penyaluran raskin yang dianggap tidak layak konsumsi.

Diawali pada jam 10.00 WIB, Ketua HKTI Kota Banjar, Kusnadi, datang ke kantor Gudang Bulog Banjar, kedatangannya tersebut didasari atas banyaknya keluhan dari masyarakat mengenai kualitas raskin yang diterima dalam dua bulan terakhir ini buruk dan tidak layak konsumsi.

“Pada pelaksanaannya, raskin yang diberikan adalah raskin buruk, kusam, ada yang berkutu. Ini jelas tidak sesuai peruntukkan sebagaimana standarnya, dan ini merupakan penghinaan kepada masyarakat,” katanya.

Kusnadi menilai, buruknya mutu beras menandakan lemahnya sistem pengawasan di gudang. Akibatnya, beras yang berasal dari mitra kerja dimungkinkan tidak sesuai dengan standarisasi.

Untuk itu, pihaknya juga pertanyakan proses pengadaan beras antara Bulog dengan mitranya. Termasuk meminta kepada Bulog agar diperbolehkan melihat beras yang ada di gudang. Namun, sangat disayangkan, pihak kantor Gudang Bulog tidak memperbolehkannya, dengan alasan harus meminta izin dulu ke pimpinan Sub Divre Ciamis.

“Alasan tersebut justru malah menimbulkan, bahkan menambah pertanyaan, ada apa, kenapa tidak diperbolehkan,” tanya Kusnadi.

Sementara itu, Kepala Gudang Bulog Kota Banjar Sub Divre Ciamis, Putra Pranata, saat berdialog dengan Ketua HKTI Kota Banjar, mengaku, bahwa prosedur pengadaan beras telah ditempuh sesuai mekanisme. Bahkan sebelumnya, kualitas beras disurvei terlebih dahulu oleh tim.

“Kami telah berupaya sebaik mungkin dalam pengelolaan dan pemeliharaan beras yang ada di Bulog, termasuk dijaga sesuai ketentuan,” ujar Putra Pranata.

Namun demikian, pihaknya juga tak memungkiri, bahwa beras yang ada di gudangnya, baik atau tidaknya ditentukan pula dari kualitas awal. Misalnya, akibat panen padi yang terganggu kondisi alam, bahkan terkena hama, sehingga hasil produksi padi kurang baik saat masih ada di tingkat petani.

“Kami mendapatkannya dari mitra kerja. Salah satunya mitra dari Kota Banjar sendiri, yaitu ada tiga mitra,” jelas Putra.

Ketika hendak dikonfirmasi kembali, sesaat Ketua HKTI Kota Banjar pamitan, Kepala Gudang Bulog Banjar, enggan diwawancarai dan langsung masuk ke ruangan. Namun, tak menyurutkan niat HR untuk mendapatkan keterangan lebih jelas dari pihak Bulog, maka HR meminta keterangan dari bagian Surveyor Gudang Bulog Banjar, Herdis.

Menurut dia, tujuan kedatangan Ketua HKTI Banjar ke gudang Bulog untuk melakukan silaturahim, sekaligus membicarakan tentang pengadaan beras yang ada di gudang Bulog. “Kita silaturahim saja, tidak ada hal lain,” ucapnya.

Untuk menjaga agar tidak terjadi kualitas raskin jelek, lanjut Herdis, maka bila diketemukan lagi, pemerintah dan masyarakat desa harus segera melaporkannya, dan pihak Bulog pun akan menggantinya.

“Kita siap 24 jam. Jangan sampai sudah tiga hari baru dilaporkan. Harus secepatnya, dan Pemdes juga sebelum menerima itu harus mengeceknya terlebih dahulu,” tegas Herdis. (Nanks/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles