Tingkatkan Perlindungan, BPTKIT Jabar Gelar Sosialisasi di Banjar

Kepala BPTKIT Jabar, Ir. Diana, saat memberikan sosialisasi desiminasi informasi penempatan dan perlindungan TKI, di aula Kantor Kecamatan Pataruman, Kamis, (05/03/2015). Foto: Hermanto/HR.

Kepala BPTKIT Jabar, Ir. Diana, saat memberikan sosialisasi desiminasi informasi penempatan dan perlindungan TKI, di aula Kantor Kecamatan Pataruman, Kamis, (05/03/2015). Foto: Hermanto/HR.

Kepala BPTKIT Jabar, Ir. Diana, saat memberikan sosialisasi desiminasi informasi penempatan dan perlindungan TKI, di aula Kantor Kecamatan Pataruman, Kamis, (05/03/2015). Foto: Hermanto/HR.
Kepala BPTKIT Jabar, Ir. Diana, saat memberikan sosialisasi desiminasi informasi penempatan dan perlindungan TKI, di aula Kantor Kecamatan Pataruman, Kamis, (05/03/2015). Foto: Hermanto/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Balai Pelayanan TKI Terpadu (BPTKIT) Provinsi Jabar, berkerjasama dengan Dinsosnaker Kota Banjar, menggelar sosialisasi tentang Desiminasi Informasi dan Perlindungan TKI, di aula Kec. Pataruman, Kamis, (05/03/2015).

Acara tersebut dihadiri juga oleh perwakilan dari Polda Jabar, Kementrian Luar Negeri, Kapolsek Pataruman, organisasi perangkat daerah, dan masyarakat.

Provinsi Jawa Barat masih menduduki urutan pertama dalam pengiriman TKI keluar negeri. Untuk itu, menurut Kepala Balai Pelayanan TKI Terpadu, Prov Jabar, Ir. Diana, para tenaga kerja asal Jabar harus semakin ditingkatkan kemampuannya.

Hingga saat ini, lanjut Diana, banyak TKI pergi keluar negeri tidak menempuh jalur resmi atau perusahaan illegal. Akibatnya, akan menjadi masalah saat TKI mendapat masalah atau musibah ditempat kerjanya.

“Ini masalah bersama, maka penanganannya harus melibatkan semua pihak terkait. Dan kami menghimbau kepada calon TKI untuk tidak tergiur oleh rayuan pengerah tenaga kerja tidak resmi,” tandasnya.

Kepala Dinsosnakertran Kota Banjar, Asep Tatang, didampingi Kabid Tenaga Kerja, Wasino, mengatakan, TKI yang akan keluar negeri harus mempunyai kemampuan dan keterampilan khusus.

“Jangan asal-asalan, karena nantinya mereka akan sangat kompetitif bekerja di negeri orang. Untuk itu kami selalu mengingatkan kepada mereka yang akan bekerja menjadi TKI,” ucapnya. (Hermanto/R1/HR-Online)

KOMENTAR ANDA