5 Tahun Derita Stroke, Pria di Banjar Ini Tetap Mampu Jadi Mekanik Mobil

05/04/2015 0 Comments
5 Tahun Derita Stroke, Pria di Banjar Ini Tetap Mampu Jadi Mekanik Mobil

Sanusi tengah melakukan proses perakitan body mobil Jeep Wilys pesanan pelanggannya di bengkel miliknya. Photo: Hermanto/HR

5 Tahun Derita Stroke, Pria di Banjar Ini Tetap Mampu Jadi Mekanik Mobil

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sakit ternyata tidak menjadi halangan untuk tetap berkreasi, apalagi dapat menghasilkan keuntungan yang cukup lumayan. Proses kreatif ini merupakan suatu gambaran dari seorang warga Kota Banjar yang menderita sakit stroke sejak 5 tahun lalu.

Dia adalah Sanusi (55), warga Lingkungan Cikadu, RT.18/9, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Meski menderita stroke, namun ia sukses menjadi seorang mekanik perancang body mobil jenis Jeep Willys.

Sanusi mengaku mulai berkreasi merancang body mobil asal Amerika Serikat itu sejak tahun 2000 silam, di bengkel las miliknya yang berlokasi di Jl. Siliwangi, Kota Banjar. Pada tahun 2010, penyakit stroke menyerangnya hingga bagian tubuh sebelah kanannya mati. Meskipun dalam keadaan sakit, tapi ia tidak putus asa dalam menjalani hidup.

Meski diserang penyakit stroke, dengan keahlian khusus dia mampu merancang body mobil perang tersebut menggunakan bahan-bahan dari besi dan plat hingga menyerupai mirip dengan mobil Jeep Willys aslinya.

Tak heran, hasi dri ketekunannya itu pun cukup memuaskan, sehingga Sanusi kerap mendapatkan order. Tahun 2014 sampai 2015 saja, ia sudah mendapatkan order untuk membuat empat unit body mobil Jeep Willys. “Orderan datang dari luar kota, seperti Karawang, Tasik, Cirebon, dan Bandung,”kata Sanusi, ketika ditemui HR di tempat kerjanya, Senin (30/03/2015).

Satu unit body Willys dapat dirampungkan selama 5 hingga 7 bulan. Namun, sebelum sakit ia bisa merampungkan satu unit dengan memakan waktu hanya 3 bulan saja. Untuk satu unit harganya mulai Rp.20 Juta sampai Rp.25 juta.

“Alhamdulillah, walaupun dalam keadaan sakit, saya sudah merampungkan pesanan dua unit body Willys,” ungkap pria yang kerap disapa Mang Unus ini.

Ia menambahkan, penyakit stroke janganlah dimanja, tetapi harus dilawan. Beberapa kali dalam bekerja ia pun terjatuh akibat tidak adanya keseimbangan. Namun, dengan penuh keyakinan untuk sembuh, ia pun bangkit lagi dan bekerja layaknya seperti orang sehat pada umumnya.

“Penyakit harus dilawan jangan dimanja. Tidak hanya itu, kita pun harus selalu bersyukur dan berdo’a, dengan itu saya yakin Tuhan akan memberikan yang terbaik bagi kita,” pungkasnya. (Hermanto/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!