ADD 3 Miliar, Setiap Bulan Kades di Banjar Akan Terima Siltap Rp.4 Juta

10/04/2015 0 Comments
ADD 3 Miliar, Setiap Bulan Kades di Banjar Akan Terima Siltap Rp.4 Juta

Photo ilustrasi.

alokasi-desa

 

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dengan mendapatkan alokasi anggaran cukup besar untuk setiap desa di Kota Banjar yang mencapai Rp.3 miliar, maka para kepala desa akan mendapatkan gaji tetap kurang lebih Rp.4 juta setiap bulannya.

Selain itu, ditambah pula tunjangan dan jaminan, serta penerimaan dari penghasilan syah lainnya. Hal itu dikatakan Camat Langensari, Asno Sutarno, SP., MP., kepada HR Online, Kamis (09/04/2015).

“Penghasilan dan tunjangan tetap tersebut bukan hanya diperoleh kades saja, tapi juga sekdes, kaur, kadus, ketua RT dan BPD,” ucapnya.

Dia menyebutkan, sebagaimana diatur dalam UU Desa dan PP No. 43, penghasilan tetap kepala desa dan perangkatnya itu bersumber dari dana perimbangan dalam APBN yang diterima oleh kabupaten/kota, dan ditetapkan dalam APBD.

“Jadi, untuk besaran nilai siltap dan tunjangan yang diterima, juga disesuaikan APBDes yang ada dari masing-masing desa. Dimana semua pendapatan desa harus dimasukan dulu ke dalam APBDes, baik bantuan pemerintah maupun PADes,” jelasnya.

Lanjut Asno, dari total pemasukan dalam APBDes dibagi 30 persen untuk siltap, tunjangan perangkat dan operasional desa, sedangkan 70% untuk pembangunan desa.

Sekretaris Kecamatan Langensari, Dedi Suryadi, S.STP., menambahkan, ketentuan mengenai jumlah besaran gaji dan penghasilan, serta tunjangan itu diatur juga dalam Surat Keputusan Walikota Banjar Nomor 75 Tahun 2015 tentang Standar Siltap dan Tunjangan Kades dan Aparatnya, Tunjangan BPD serta pelaksana teknis.

“Dalam SK tersebut, apa yang diterima kades dan aparatnya diatur besaran maksimalnya di sesuaikan APBDes, dan masa kerja jabatannya. Kalau melihat desa yang APBDes-nya mencapai 3 miliar rupiah, berarti penghasilan kades dari gaji saja akan memperoleh sekitar 4 juta rupiah,” terangnya.

Namun, dalam menentukan besaran gaji kades pun harus mempertimbangkan kemampuan alokasi 30 persen, dan ditetapkan dalam musyawarah desa.

“Adanya kenaikan siltap dan tunjangan merupakan sebuah peningkatan buat semua aparatur desa di dalam wilayah Kota Banjar, hal itu yang perlu kita syukuri semua,” pungkas Dedi. (Nanks/R3/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!