Begini Sejarah dan Fenomena Alam yang Terjadi di Situ Wangi Kawali Ciamis

13/04/2015 0 Comments
Begini Sejarah dan Fenomena Alam yang Terjadi di Situ Wangi Kawali Ciamis

Kepala Desa Winduraja, Endang Suryaman, saat meninjau kondisi Objek wisata Situwangi di Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, pekan lalu. Foto: Dian Sholeh Wardiana/HR

Begini Sejarah dan Fenomena yang Terjadi di Situ Wangi Kawali Ciamis

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Ketua Yayasan Galuh Etnic Winduraja, Atus Gusmara, menjelaskan, saat ini tedapat dua versi cerita mengenai sejarah awal mula keberadaan Situ Wangi,  yang terletak di Dusun Hayawang, Desa Winduraja, dan berbatasan langsung dengan Desa Citeureup dan Purwasari, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Cerita yang pertama, kata Atus, diawali saat Raja Galuh pertama, keturunan brata legawa, atau lebih akrab dikenal haji purwa galuh (Prabu Wangi), pergi ke mekah untuk berhaji. Sepulang dari mekah, Haji Purwa Galuh tersebut membawa air zam-zam. Kemudian, sebagian air zam-zam tersebut dituangkan ke dalam situ, kemudian lahirlah nama Situ Wangi.

Cerita yang kedua, kata Atus, nama Situ Wangi diambil dari nama seorang penari ronggeng yang dulu mencurahkan keluh kesahnya dengan mendatangi situ tersebut, nama seorang penari itu Nyi mas Sri Wangi.

Lebih lanjut, Atus mengungkapkan, saat Situ Wangi diresmikan, para tamu undangan disuguhi ikan mas. Ikan mas itu kemudian dimakan, tapi bagian kepalanya tidak. Ikan itu selanjutnya dilemparkan ke dalam Situ Wangi. Seketika, ikan mas itu hidup kembali. Ikan mas itu diberi nama si Rawing.

“Ada lagi cerita, ikan mas yang disuguhkan saat pembukaan, hanya dimakan pada bagian perutnya saja. Ikan itu kemudian hidup kembali setelah dilemparkan ke dalam situ. Ikan itu kemudian dinamai Kohkol,” ucapnya.

Selanjutnya, lanjut Atus, seandainya Situ Wangi itu dipancing, maka ikan yang ada di dalamnya akan pindah ke Situ Panjalu. Ikan-ikan itu dibawa Kohkol, dimana bagian perutnya yang berlubang membawa air menuju Situ Panjalu. Air itu digunakan untuk memubuat jalan yang dilalui ikan menjadi licin. Ikan Kohkol itu biasanya diikuti ikan lele berukuran besar di belakangnya.

Fenomena lain yang terjadi pada Situ Wangi, Atus menambahkan, terjadi pada saat kejadian tsunami Aceh. Air yang ada di Situ Wangi surut sedalam dua meter, dan kembali menyembur ke atas mencapai empat meter. Kejadian itu persis bersamaan dengan peristiwa tsunami.

“Begitu juga saat terjadi bencana di belahan bumi lain. Air di Situ Wangi bergelombang seperti ombak dan airnya berubah menjadi keruh,” pungkasnya. (DSW/Koran-HR)

Berita Terkait

Sejarah Kemunculan Situ Wangi Kawali Ciamis Mulai Terlupakan

Pemkab Ciamis Diminta Perhatikan Objek Wisata Situwangi Kawali

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!